Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Oktober 2020 | 21.59 WIB

CDC AS Temukan Gejala Baru Covid-19 Pada Orang Dewasa

Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos) - Image

Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos)

JawaPos.com - Gejala Covid-19 yang paling umum adalah batuk, demam dan sesak napas. Umumnya gejala itu dialami oleh orang dewasa. Tapi akhir-akhir ini, gejala pada pasien dewasa juga mirip-mirip apa yang dialami oleh pasien anak.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat menemukan, orang dewasa terkadang dapat menderita gejala berbahaya yang menyerupai sindrom inflamasi pada anak-anak. Mereka menyebutnya sindrom inflamasi multisistem pada orang dewasa atau MIS-A. Dan mengatakan ini mirip dengan sindrom inflamasi multisistem pada anak-anak atau MIS-C.

Seperti MIS-C, MIS-A tidak jelas apakah terkait dengan virus Korona dan penderita mungkin tidak menunjukkan gejala lain yang mengarah ke infeksi Covid-19. Tetapi MIS-A telah menewaskan setidaknya 3 pasien yang tercatat dan mirip dengan Covid-19.

"Secara tidak proporsional menyerang ras dan etnis minoritas," kata tim CDC seperti dilansir dari CNN, Minggu (4/10).

Seorang pria kulit hitam yang tinggal di Florida menderita telinga berdenging, muntah, dan nyeri dada. Dia dinyatakan negatif untuk Covid-19 ketika dia dirawat di rumah sakit. Namun belakangan dia dinyatakan meninggal pada usia 46 tahun.

Sementara gejala MIS-C telah mempengaruhi beberapa ratus anak di seluruh dunia dan jika ditangani dengan segera, anak-anak akan pulih. Gejalanya menyebabkan peradangan umum tetapi pasien biasanya tidak menunjukkan gejala klasik virus Korona.

Tes darah menunjukkan bahwa MIS-C dapat berkembang berminggu-minggu setelah seorang anak pulih dari infeksi virus Korona. Kondisi ini biasanya kasus yang menyebabkan gejala ringan atau tanpa gejala sama sekali.

Tim CDC menggambarkan ada 27 orang dewasa berusia 21 hingga 50 tahun memiliki sindrom serupa. Sebagian besar mengalami peradangan ekstrem di seluruh tubuh dan kerusakan organ, seperti jantung, hati, dan ginjal, tetapi tidak di paru-paru.

"Kondisi ini umumnya disertai dengan kegagalan pernapasan," tulis mereka dalam laporan mingguan CDC.

Pasien yang dijelaskan di sini memiliki gejala pernapasan minimal, hipoksemia (oksigen darah rendah), atau kelainan radiografi. Sepertiga dari 27 pasien dinyatakan negatif untuk infeksi virus Korona aktif. Namun ternyata, mereka dinyatakan positif antibodi. Kondisi ini artinya, mengindikasikan mereka pernah terinfeksi di masa lalu.

"Dokter dan departemen kesehatan harus mempertimbangkan MIS-A pada orang dewasa dengan tanda dan gejala yang sesuai," tim menyarankan.

Gejala berupa demam yang berlangsung selama 24 jam atau lebih, pasien dada dan detak jantung tidak teratur, bukti disfungsi jantung, gejala gastrointestinal dan ruam. Sinar-X dapat menunjukkan peradangan paru-paru meskipun pasien tidak menunjukkan gejala

CDC mengatakan 10 dari 27 pasien membutuhkan perawatan intensif, tiga diintubasi dan tiga meninggal. Pada dua orang dewasa muda, gejala pertama mereka adalah stroke berat.

"Pasien ini mungkin tidak memiliki SARS-CoV-2 PCR positif atau hasil tes antigen, dan tes antibodi mungkin diperlukan untuk mengonfirmasi infeksi SARS-CoV-2 sebelumnya," jelas CDC.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=2S7D2DX70RA&ab_channel=jawapostvofficial

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore