
Photo
JawaPos.com - Banyak mitos yang beredar terkait cara mencegah penularan virus Korona. Dari mulai berbagai pengobatan herbal hingga mitos lainnya. Bahkan ada juga mitos yang mengaitkan fungsi air bisa mencegah penularan virus Korona.
Masyarakat diminta untuk membaca sumber terpercaya agar tidak termakan hoax soal Covid-19. Sehingga tak menimbulkan kepanikan. Dilansir dari Men's Health, Jumat (3/7), ada beberapa mitos soal air sebagai pencegah Covid-19 yang sama sekali tak memiliki bukti ilmiah.
1. Berkumur dengan Air Hangat
Minum air hangat dan berkumur setiap 15 menit dikatakan bisa membilas virus Korona di tenggorokan. Ada posting di media sosial tentang orang disarankan membasuh tenggorokan dengan air hangat untuk mencegah Coronavirus.
Padahal, tidak ada bukti bahwa itu akan melindungi terhadap infeksi Coronavirus. Virus Korona memasuki tubuh melalui mata, mulut atau hidung. Ketika tiba di area ini, ia bisa masuk ke dalam sel dan mulai bereproduksi.
Itulah sebabnya cara terbaik untuk melindungi dari virus adalah dengan mencuci tangan dengan sabun dan menghindari menyentuh mata, mulut atau hidung Anda. Setelah virus ada di tubuh, minum air atau berkumur tidak akan membantu.
The New York Times melaporkan bahwa ada banyak posting di media sosial yang bertanya tentang berkumur sebagai tindakan perlindungan. Di beberapa negara di Asia Timur, berkumur adalah praktik yang umum dan diyakini secara luas dapat mengurangi infeksi. Itu bahkan merupakan bagian dari respons pandemi influenza di Jepang.
Dalam laman Covid-19 Facts disebutkan, Sekolah Kesehatan Masyarakat Harvard TH Chan menegaskan tidak ada bukti bahwa berkumur secara teratur bisa melindungi orang dari infeksi virus Korona baru. Meskipun dapat membantu meredakan sakit tenggorokan, praktik ini tidak akan mencegah virus masuk ke paru-paru.
2. Sering Minum Air Putih Bisa Membilas Virus Korona
Pada kenyataannya, mitos itu tak benar. Minum air putih memang dianjurkan 8 gelas sehari. Namun tidak bisa berharap akan 'membilas' virus Korona. Asisten profesor epidemiologi dan biostatistik di Temple University, Krys Johnson, PhD, memasukkan informasi itu ke situs Factcheck.org.
"Konsumsi air tidak ada kaitannya dengan virus yang masuk ke saluran udara dan paru-paru Anda. Jika Anda menghirup tetesan pernapasan orang yang terinfeksi, virus akan menyebar melalui saluran pernapasan," tegas Krys Johnson.
3. Mandi Air Hangat Cegah Covid-19
Mitos lain berbasis air yang juga beredar di internet adalah bahwa mandi air hangat dapat mencegah infeksi COVID-19. Teorinya adalah itu akan meningkatkan suhu tubuh dan menonaktifkan virus. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan suhu tubuh normal tetap sekitar 36,5 derajat C hingga 37 derajat C, terlepas dari suhu bak mandi atau pancuran. Maka justru mandi air hangat dengan air yang sangat panas bisa berbahaya karena bisa membakar kulit.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=djlCZv8xfbo
https://www.youtube.com/watch?v=WUIldi51AVA
https://www.youtube.com/watch?v=32DSDLb5Y4k

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
