Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 11 Juni 2023 | 19.34 WIB

Cegah Cold Shock Response, Terutama pada Orang dengan Gangguan Jantung

RELAKSASI: Setelah berolahraga, pastikan kondisi tubuh sudah rileks, lalu sebaiknya mandi dengan menggunakan air suhu normal atau hangat. - Image

RELAKSASI: Setelah berolahraga, pastikan kondisi tubuh sudah rileks, lalu sebaiknya mandi dengan menggunakan air suhu normal atau hangat.

JawaPos.com - Perbedaan suhu tubuh yang masih panas setelah berolahraga dengan suhu air sangat dingin yang dipaparkan secara mendadak dapat berisiko. Bagi orang dengan riwayat penyakit jantung dan kardiovaskular tinggi, mandi dalam kondisi tubuh berkeringat dan kelelahan sehabis olahraga berat bisa memperbesar risiko sudden death.

”Hal itu dapat memicu gangguan irama jantung hingga serangan jantung,” ungkap dr Caesar Givani SpPD.

Tak butuh waktu lama, umumnya serangan muncul saat itu juga. Dokter Caesar menyebut suhu dingin cenderung membuat pembuluh darah menyempit mendadak, memperlambat aliran darah, serta meningkatkan tekanan pembuluh darah ke organ penting seperti jantung.

”Namanya neurogenic cardiorespiratory responses atau cold shock response. Gejalanya, napas cepat atau sulit bernapas, panik, dapat terjadi gangguan irama jantung, hingga serangan jantung,” tutur dokter spesialis penyakit dalam RS Premier Surabaya itu.

Di tahap awal, lanjut dia, tidak tampak gejala sama sekali. Jika muncul gejala, biasanya sudah terjadi komplikasi tertentu dalam organ tubuh. Muncul rasa tidak nyaman di dada, nyeri dada, dada berdebar, rasa lemas, hingga mau pingsan.

”Bisa dicegah sebelum memberat jika ada obat isosorbide dinitrate (isdn) ditaruh di bawah lidah untuk melebarkan pembuluh darah koroner secara cepat. Idealnya, orang yang berisiko serangan jantung memiliki obat tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, mandi dengan air hangat bisa membantu melebarkan pembuluh darah. Air hangat juga memiliki sejumlah manfaat baik lain bagi kesehatan tubuh. Antara lain, meningkatkan aliran darah dan merefleksikan otot sehingga mengurangi ketegangan otot.

”Sekalipun menggunakan air hangat, tetap tunggu 20–30 menit setelah olahraga, baru mandi,” imbuh dokter Caesar.

Jika ingin mandi air dingin, gunakan suhu air biasa terlebih dulu. Setelah tubuh mulai menyesuaikan suhu, baru gunakan air dengan suhu yang lebih dingin. Dokter Caesar juga mengimbau untuk berolahraga sesuai kemampuan. Olahraga yang disarankan untuk penderita jantung adalah lari pagi, bersepeda, berenang, senam jantung, dan yoga.

Olahraga tersebut dapat menjaga dan meningkatkan performa jantung, memperkuat otot jantung dalam memompa darah, serta memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh. ”Hindari olahraga yang bersifat pertandingan atau kompetisi seperti badminton, tenis, sepak bola, dan basket,” tegasnya.

Sebaiknya olahraga dilakukan di pagi hingga sore hari. Sebab, pada malam hari kondisi badan, termasuk jantung, perlu istirahat setelah seharian bekerja. Olahraga terlalu berat pada malam hari juga dapat merangsang sistem saraf, meningkatkan irama jantung, dan bisa mengganggu tidur.

”Yang juga sangat disarankan agar melakukan medical checkup paling tidak sekali setiap tahun sehingga lebih mengenal kondisi tubuh,” tandasnya. (lai/c7/nor)

TIPS MANDI YANG AMAN SETELAH BEROLAHRAGA

1. Jangan paksakan badan untuk olahraga terlalu berat

2. Lakukan pendinginan setelah berolahraga

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore