Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Juni 2023 | 16.30 WIB

Kenali Penyebab dan Cara Mengatasi ASI Kurang Lancar

Ayah ASI. (Today - Image

Ayah ASI. (Today

JawaPos.com - Saat menjalani masa menyusui, banyak perubahan yang terjadi pada ibu, salah satunya adalah perubahan payudara dan produksi ASI atau Air Susu Ibu. Kondisi yang paling sering ditemui adalah masalah asi sedikit dan ASI tidak lancar. Permasalahan tersebut terutama air susu yang tidak keluar dengan lancar, atau bahkan tidak keluar sama sekali hingga susu mengalami pembengkakan. Tentunya diperlukan penjelasan yang benar tentang kondisi ASI tersumbat dan penanganan yang lebih baik, sehingga para Bunda dapat terus memberi ASI ke buah hati karena ASI memiliki kandungan nutrisi terlengkap untuk bayi sampai dengan enam bulan.

Mengenai permasalahan tersebut, Hanna, Konsuler Menyusui Fenucaps Indonesia, pembengkakan itu merupakan gejala Mastitis atau infeksi payudara akibat peradangan di jaringan payudara. Kondisi itu umumnya terjadi pada ibu menyusui, terutama pada 6-12 minggu pertama setelah melahirkan.

”Sebanyak 98 persen ibu menyusui mengalami pembengkakak saat awal menyusui,” ungkap Hanna melalui keterangan tertulisnya. Menurutnya ada beberapa faktor terjadinya pembengkakan, di antaranya bunda mengalami kelelahan pasca bersalin, stres atau kurang zat besi.

Pembengkakan juga dipicu oleh produksi ASI yang jauh melebihi jumlah yang diminum oleh bayi, atau bunda tidak memerah air susu saat tidak menyusui bayi pada waktunya. Selain itu, payudara kemungkinan tertekan, bisa karena posisi tidur yang salah, salah memakai ukuran bra, hingga kebiasaan memakai pakaian yang terlalu ketat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, lanjut Hanna, bisa dilakukan dengan memijat payudara, memerah payudara menggunakan alat perah ASI atau pumping device atau mengkompres payudara dengan handuk hangat saat menyusui.

Jika payudara terasa sangat sakit dan bengkak, silakan memerah ASI dengan tangan agar asi keluar dari payudara dan susui bayi sesering mungkin agar ASI mengalir lebih lancar juga dapat dibantu dengan konsumsi pelancar asi dengan dosis yang tepat. Untuk semakin mempercepat mengatasi permasalahan tersebut, juga dapat mengkonsumsi produk pelancar ASI.

Di saat payudara sedang tersumbat, dengan ciri ciri seperti payudara bengkak, ASI tiba tiba tidak keluar atau menurun, bahkan di beberapa ibu mengalami demam, maka disarankan sebaiknya segala jenis  ASI booster dihentikan terlebih dahulu.

Lantas, apa perbedaan ASI booster dan pelancar ASI? Tentu berbeda. ASI booster (galactagogue) atau dinamakan zat yang dapat menambah pasokan asi seperti fenugreek, jahe, kunyit, daun kelor, daun katuk dan sebagainya.

Pelancar asi merupakan zat yang dapat membantu melancarkan sumbatan asi yang ada dalam saluran atau dinding payudara akibat penumpukan lemak dari ASI sehingga asi menjadi tersumbat. Nah, di saat payudara sedang tersumbat, disarankan untuk konsumsi pelancar ASI.

Karena hal tersebut justru menimbulkan efek pembengkakak payudara lebih parah, karena air susu yang diproduksi makin banyak, sementara air saluran ASI belum lancar.

”Kalau minum ASI booster terus, tapi tidak melancarkan ASI, tidak mengalirkan ASI yang tersumbat. Tapi tidak mengalirkan ASI, maka akhirnya payudara terus menggembung dan membengkak,” jelas Hanna.

Dengan adanya internet, Bunda sekarang dapat semakin mudah memperoleh informasi terkait pemberian ASI namun selain informasi, dukungan yang spesifik dengan kondisi dan situasi ibu dan anak, juga perlu dalam memberi atau memimplementasikan tips jadwal atau pun metode pemberian ASI yang tepat.

Oleh karena itu, Fenucaps bersama dengan kumpulan dokter laktasi di Indonesia, bersama memberi layanan konsultasi terpadu untuk mendukung pemberian informasi tepat dan ampuh untuk setiap kondisi bunda menyusui.

Tidak hanya itu, Fenucaps juga meluncurkan produk terbaru yakni Lecicaps, produk suplemen yang dikhususkan untuk ibu menyusui dengan permasalahan ASI tidak lancar. Berbeda dengan produk ASI Booster, Lecicaps membantu melancarkan ASI tanpa ada efek ASI booster.

“Lecicaps, membantu para ibu menyusui, gejala payudara sumbat. Saat ini Lecicaps merupakan produk Pertama di Indonesia dengan kandungan Lecitin murni yang tersertifikasi BPOM,” jelas Hanna.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore