
Ilustrasi pasien kanker. (Pixabay)
JawaPos.com - Integrated CT-LINAC diperkenalkan sebagai teknologi radioterapi presisi yang menggabungkan pencitraan CT diagnostik fan-beam dan penyinaran radioterapi presisi tinggi dalam satu perangkat dan satu ruang perawatan. Dengan sistem ini, proses persiapan hingga penyinaran disebut bisa berlangsung sekitar 15–25 menit dalam satu sesi, tanpa perlu memindahkan posisi pasien.
Teknologi ini juga mendukung CT-based Adaptive Radiotherapy (ART) yang memungkinkan rencana terapi disesuaikan pada setiap sesi mengikuti perubahan anatomi dan kondisi pasien. Pendekatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan presisi terapi sekaligus meminimalkan paparan radiasi yang tidak perlu pada jaringan sehat di sekitar area target.
Dalam praktik radioterapi konvensional, alur kerja biasanya berlapis dan dapat berlangsung beberapa hari, sehingga berpotensi menunda dimulainya terapi hingga berminggu-minggu. Integrated CT-LINAC diklaim menyederhanakan alur tersebut dengan mengintegrasikan pencitraan dan terapi dalam satu rangkaian layanan, sehingga proses menjadi lebih efisien.
Dari sisi klinis, dr. Denny Handoyo Kirana, SpOnkRad (K), Dokter Spesialis Onkologi Radiasi MRCCC Siloam Semanggi, mengatakan bahwa “Teknologi Integrated CT-LINAC berfokus pada pasien sebagai pusat dari perawatan kanker.
"Melalui pencitraan CT harian dan radioterapi adaptif, setiap sesi terapi dapat disesuaikan dengan anatomi dan kondisi pasien, sehingga meningkatkan presisi sekaligus mengurangi paparan radiasi yang tidak perlu pada jaringan sehat," ujarnya, Kamis (22/1).
Bagi para pasien kanker khususnya di Indonesia dan Asia Tenggara, ia menyebut bahwa teknologi ini memberikan terapi yang lebih aman, waktu tunggu yang lebih singkat, serta pengalaman perawatan yang lebih nyaman tanpa mengorbankan hasil klinis.
Teknologi Integrated CT-LINAC ini sendiri diperkenalkan melalui kolaborasi Indonesia–Tiongkok antara Siloam International Hospitals yang diwakili MRCCC Siloam Semanggi dan United Imaging Healthcare.
Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals, menyampaikan bahwa kolaborasi ini adalah untuk mendukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk memperkuat layanan kanker di seluruh tingkatan, mulai dari deteksi dini hingga pengobatan.
"Melalui adopsi teknologi radioterapi canggih, kami berupaya meningkatkan presisi terapi, penanganan pasien, serta memperluas akses terhadap layanan kanker berkualitas tinggi bagi masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara," ucapnya.
Kolaborasi ini disebut semakin relevan di tengah meningkatnya kasus kanker. Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) pada 2022 mencatat, kanker payudara sebagai kanker terbanyak di Indonesia dengan 66.271 kasus baru atau sekitar 16,2 persen dari seluruh kasus kanker, menyebabkan 22.598 kematian, serta prevalensi mencapai 209.748 kasus dalam lima tahun pada perempuan Indonesia.
Sementara itu, Dr. Jusong Xia, Ph.D, President of International Business United Imaging Healthcare Group, mengatakan bahwa anker merupakan tantangan kesehatan global yang terus meningkat dan membutuhkan kolaborasi, inovasi, serta komitmen jangka panjang.
"Melalui kemitraan kami dengan MRCCC Siloam Semanggi, kami berupaya menghadirkan inovasi medis mutakhir dalam dampak klinis nyata, sekaligus menunjukkan bagaimana kolaborasi Indonesia–Tiongkok yang didukung oleh inovasi dan keunggulan klinis dapat memperluas akses layanan kanker berkualitas, memperkuat sistem kesehatan, dan berkontribusi pada kemajuan global berbasis onkologi yang presisi," tandasnya.
Selain perangkat radioterapi, kolaborasi ini juga mencakup pengembangan pemanfaatan artificial intelligent (AI) untuk layanan kesehatan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Siloam International Hospitals, United Imaging Healthcare, dan PT Multipolar Technology Tbk terkait kerja sama pengembangan dan penerapan solusi AI.
Dalam kerja sama tersebut, Siloam International Hospitals akan menyiapkan rumah sakit terpilih untuk proyek percontohan dan evaluasi penggunaan AI. United Imaging akan menyediakan sistem pencitraan dan teknologi AI sesuai ruang lingkup kerja sama, sedangkan PT Multipolar Technology Tbk mendukung integrasi sistem, penyesuaian lokal, penyesuaian data, dan implementasi untuk kebutuhan operasional rumah sakit ke depan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
