
Ilustrasi korban cyber child grooming di internet. (freepik)
JawaPos.com - Kasus child grooming yang menyeret nama aktris Aurelie Moeremans menjadi pengingat serius akan bahaya pacaran pada anak dan remaja. Pola hubungan yang tidak sehat, penuh kontrol, hingga berujung kekerasan seksual kerap bermula dari pacaran yang dibiarkan tanpa edukasi dan pengawasan yang memadai.
Apalagi, Psikolog, Muhammad Iqbal menilai, fenomena pacaran di kalangan remaja saat ini menunjukkan banyak perilaku menyimpang yang berisiko merusak kesehatan mental dan keselamatan anak. Ia menyoroti pola pacaran yang sarat kontrol dan posesivitas sebagai tanda awal relasi berbahaya.
“Hati-hati dengan pacaran, Bu. Anak-anaknya yang sudah mulai tumbuh remaja, mereka ini sekarang pacarannya aneh-aneh. Masa ada cowok sama cewek pacaran 24 jam video call. ‘Kamu hari ini ngapain? Dengan siapa?’ Habis itu berantem, ya kan?” ujarnya di Instagram, dikutip Jumat (16/1).
Ia juga menekankan bahwa banyak relasi pacaran pada usia anak sudah menyerupai hubungan rumah tangga, bahkan melebihi batas kewajaran. Anak sering kali kehilangan kebebasan sosial karena berada dalam kendali pasangan.
“Pacaran baru kenal sama cowok, enggak boleh ikut acara keluarga. Ke mana-mana harus izin, macam suami istri aja ini. Suami istri aja enggak begitu, aneh,” tuturnya.
Menurut Muhammad Iqbal, kondisi tersebut menunjukkan minimnya pemahaman anak tentang relasi sehat. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi kunci untuk mencegah anak terjerumus dalam hubungan yang berisiko.
“Makanya harus diedukasi tentang bagaimana bahaya pacaran. Bahkan ada seorang kriminolog, ternyata 70% di Amerika itu banyak kekerasan seksual terjadi akibat pacaran,” lanjutnya.
Ia menambahkan, anak perempuan menjadi kelompok yang paling rentan dirugikan dalam relasi pacaran yang tidak sehat, terutama ketika pacaran dipandang semata-mata sebagai pemenuhan dorongan seksual.
“Banyak laki-laki khususnya merugikan perempuan dalam pacaran. Kenapa? Mindset-nya adalah kepuasan seksual. Dijadikannya anak perempuan kita sebagai pelampiasan hawa nafsu. Ini yang berbahaya,” tegas Psikolog Muhammad Iqbal.
Kasus yang mencuat ke ruang publik, termasuk yang dialami Aurelie Moeremans, diharapkan menjadi refleksi bersama bagi orang tua dan masyarakat untuk lebih waspada serta aktif mengedukasi anak tentang batasan, relasi sehat, dan bahaya pacaran di usia dini.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
