
Ilustrasi seorang wanita yang sedang bermain bersama kucingnya. (freepik)
JawaPos.com - Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling populer di Indonesia karena sifatnya yang lucu dan mudah beradaptasi dengan lingkungan. Kucing dapat hidup di ruang yang luas maupun terbatas, sehingga cocok untuk berbagai jenis tempat tinggal termasuk rumah kecil atau apartemen.
Selain itu, kucing dikenal sebagai hewan yang bersih karena terbiasa menjilati tubuhnya untuk merawat bulu dan menjaga kebersihan. Namun, ketika kucing menggaruk tubuhnya terkadang banyak bulu yang berserakan dan menempel pada benda di rumah seperti baju, sofa, atau bahkan kasur.
Bagi kalian yang memelihara kucing di rumah, diharap agar memerhatikan aspek ini karena bulu kucing diyakini berdampak negatif bagi kesehatan. Jika tidak rutin membersihkan kawasan rumah dari bulu kucing, dikhawatirkan akan berdampak pada kesehatan dan menimbulkan risiko seperti alergi.
Penyakit yang Berisiko Ditimbulkan oleh Bulu Kucing
Kebiasaan kucing yang suka bermain di berbagai tempat, membuatnya berisiko terpapar kotoran dan membawa kuman yang berbahaya bagi kesehatan. Dikutip dari Halodoc, berikut terdapat beberapa risiko penyakit yang dapat muncul akibat paparan bulu kucing:
1. Reaksi Alergi
Reaksi alergi sebenarnya bukan disebabkan langsung oleh bulu kucing, melainkan oleh air liur dan urinenya. Saat kucing menjilat tubuhnya, air liur tersebut menempel pada bulunya.
Akibatnya, bulu yang terkontaminasi ini dapat memicu gejala mirip flu seperti mata gatal, bersin, pilek, dan peradangan sinus. Selain itu, paparan bulu kucing juga dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan asma.
2. Penyakit Cakaran Kucing (Cat Scratch Disease)
Infeksi bakteri Bartonella henselae dapat menular ke manusia melalui gigitan atau cakaran kucing. Penularan juga bisa terjadi secara tidak langsung, misalnya setelah membelai kucing lalu menyentuh mata dengan tangan yang sudah terkontaminasi.
Biasanya, dalam sekitar 10 hari akan muncul benjolan kecil yang dapat disertai keluhan lain seperti mual, muntah, demam, menggigil, kelelahan, peradangan, serta nyeri pada area kelenjar getah bening. Jika kamu mendapat reaksi setelah digigit atau dicakar kucing, sebaiknya segera periksa ke dokter agar mendapat penanganan yang tepat.
3. Kurap (Ringworm)
Infeksi jamur pada kulit juga dapat ditularkan melalui bulu kucing ketika seseorang menyentuh atau membelai kucing yang membawa spora jamur, lalu tidak segera mencuci tangan. Spora jamur tersebut dapat berpindah ke kulit manusia dan memicu infeksi, terutama jika kulit sedang lembap atau memiliki luka kecil.
Kondisi ini umumnya menyebabkan ruam melingkar, kemerahan, rasa gatal, hingga kulit mengelupas. Menjaga kebersihan tangan setelah memegang kucing, serta rutin memeriksa kesehatan hewan peliharaan menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi.
4. Toksoplasmosis

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
