
Ilustrasi seorang bayi yang sedang diukur kepalanya untuk memastikan tidak mengalami hidrosefalus. (freepik)
JawaPos.com - Bayi memiliki kulit sensitif yang memerlukan perhatian ekstra. Dokter spesialis anak mengingatkan untuk selektif dalam memilih produk bayi agar tidak membuat mereka terluka dengan setidaknya memperhatikan tiga syarat utama.
Penjelasan ini penting karena kulit bayi jauh lebih sensitif, mudah kering, dan rentan iritasi, sehingga produk yang digunakan harus benar-benar aman dan teruji.
Dalam sebuah talkshow bertema “Kulit Sehat, Tumbuh Kembang Optimal” dr. Sanitca Indah, Sp.DV dan dr. Ian Suteja, Sp.A menegaskan bahwa orang tua perlu lebih teliti membaca label sebelum membeli produk bayi, terutama untuk newborn.
Menurut mereka, ada tiga syarat kandungan yang wajib diperhatikan agar kulit bayi tetap sehat dan pertumbuhan optimalnya tidak terganggu.
Menurut dr. Sanitca, produk bayi idealnya memiliki klaim hypoallergenic tested. Artinya, formulanya telah diuji untuk meminimalkan risiko alergi pada kulit sensitif.
Bayi yang masih memiliki skin barrier yang tipis lebih rawan mengalami ruam, kemerahan, hingga iritasi jika terpapar bahan yang salah. Dengan kandungan yang sudah teruji hypoallergenic, kemungkinan reaksi negatif pada kulit dapat ditekan secara signifikan.
Syarat kedua adalah dermatologically tested. Kandungan produk harus melalui pengujian oleh ahli kulit untuk memastikan aman digunakan setiap hari. Pengujian dermatologis ini menilai bagaimana kulit merespons produk dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
dr. Sanitca menambahkan, label ini penting karena memastikan produknya tidak hanya aman, tetapi juga sesuai kebutuhan kulit bayi yang masih berkembang.
Kriteria ketiga adalah bebas dari bahan berbahaya seperti paraben tertentu, pewangi sintetis yang terlalu kuat, SLS/SLES, alkohol, serta pewarna buatan. Kandungan seperti ini sering memicu iritasi pada kulit bayi yang belum matang.
dr. Ian menegaskan bahwa menjaga kelembapan kulit bayi adalah kunci karena jika kulit mudah kering, bayi bisa merasa tidak nyaman, rewel, dan tidurnya terganggu. Padahal hormon pertumbuhan diproduksi paling optimal saat bayi tidur nyenyak.
"Kulit bayi belum berkembang sempurna sehingga mudah kering dan iritasi. Jika bayi tidak nyaman, tidur bisa terganggu. Padahal hormon
pertumbuhan diproduksi maksimal saat tidur nyenyak. Jadi kulit yang sehat
sangat berkaitan dengan tumbuh kembang optimal," ungkapnya.
Melalui edukasi para dokter ini, para orang tua diharapkan semakin mampu menilai keamanan dan kualitas produk perawatan bayi, bukan sekadar mengikuti tren atau kemasan yang menarik. Kulit bayi yang sehat adalah fondasi kenyamanan dan pertumbuhan mereka secara keseluruhan.
Sejalan dengan itu, GENTLY Baby resmi memperkenalkan dua dokter spesialis di atas sebagai Medical Expert of GENTLY Baby. Kedua dokter ini akan berperan dalam memperkuat edukasi kepada para orang tua mengenai kesehatan kulit bayi, serta mendampingi GENTLY Baby dalam proses riset agar produk yang dihasilkan semakin aman dan efektif.
Nyoman Anjani, CEO & Founder GENTLY Baby, menjelaskan bahwa kolaborasi ini lahir karena keselarasan visi. “GENTLY Baby berkomitmen menghadirkan produk yang aman bagi bayi—hypoallergenic, dermatologically tested, dan bebas bahan berbahaya.
"Kehadiran para Medical Expert sangat penting untuk memastikan setiap formula benar-benar teruji dan bermanfaat bagi kulit bayi. Mereka juga menjadi jembatan pengetahuan antara sains dan para orang tua,” ujarnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
