Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 November 2025 | 23.18 WIB

Flu Tapi di Perut, Emang Bisa? Yuk Kenali dan Simak Lebih Dalam tentang Gastroenteritis!

Muntah, salah satu gejala gastroenteritis. (Freepik) - Image

Muntah, salah satu gejala gastroenteritis. (Freepik)

JawaPos.com – Bayangkan suatu pagi kamu bangun dengan perut terasa melilit. Awalnya kamu mengira hanya maag atau telat makan. Namun beberapa menit kemudian, rasa mual datang hingga membuatmu harus berlari ke kamar mandi. Tidak lama setelah itu, tubuh mulai lemas, keringat dingin muncul, dan kamu mulai bolak-balik karena diare yang datang tiba-tiba.

Kondisi seperti ini sangat umum terjadi. Kebanyakan orang mengalaminya setelah makan di luar, kemungkinan besar akibat makan atau minum sesuatu yang tidak jelas kebersihannya, atau bisa juga terjadi begitu saja tanpa tahu penyebabnya sama sekali.

Dalam banyak kasus, penyebabnya adalah gastroenteritis, sebuah penyakit yang sering disebut sebagai “flu perut”. Akan tetapi meski namanya terdengar ringan, gastroenteritis bisa membuat seseorang tidak berdaya selama beberapa hari, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Gastroenteritis?

Dilansir dari Alodokter, gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan diare, muntah, mual, dan gangguan pencernaan lainnya. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, bakteri, parasit, atau keracunan makanan. Pada sebagian besar kasus, gastroenteritis disebabkan oleh virus.

Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa gastroenteritis virus biasanya muncul 1–3 hari setelah seseorang terpapar agen infeksi. Meski umumnya berlangsung singkat sekitar 1–2 hari, keluhan bisa bertahan lebih lama tergantung penyebabnya.

Better Health Channel menambahkan bahwa gastroenteritis sangat mudah menular, terutama norovirus yang dapat menyebar melalui makanan, minuman, permukaan benda, hingga percikan kecil muntahan yang hampir tidak terlihat oleh mata.

Penyebab Gastroenteritis

Alodokter menjelaskan bahwa pemicu paling umum gastroenteritis adalah infeksi virus, termasuk rotavirus, norovirus, adenovirus, dan astrovirus. Virus ini dapat menular melalui berbagai cara, diantaranya seperti:

  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi;
  • Bersentuhan dengan orang yang sedang sakit;
  • Menyentuh benda yang telah terpapar virus lalu tanpa sadar menyentuh mata, hidung, atau mulut;
  • Memakai peralatan makan atau barang pribadi milik penderita;
  • Tidak mencuci tangan dengan benar sebelum makan; memasak, maupun setelah menggunakan kamar mandi.

Selain virus, gastroenteritis juga dapat disebabkan oleh bakteri seperti Campylobacter, parasit seperti Entamoeba histolytica dan Cryptosporidium, efek samping obat tertentu termasuk antibiotik dan obat kemoterapi, serta paparan logam berat seperti timbal, arsen, atau merkuri yang mencemari air.

Gejala gastroenteritis akibat virus sering kali terlihat mirip dengan diare yang disebabkan oleh bakteri maupun parasit. Karena itu, kondisi ini mudah tertukar dengan infeksi yang dipicu oleh bakteri seperti Clostridioides difficile, Salmonella, dan Escherichia coli, atau oleh parasit seperti Giardia. Kemiripan gejala ini membuat penentuan penyebab yang tepat menjadi penting, terutama bila gejala berlangsung lebih lama dari biasanya.

Gejala Gastroenteritis

Setiap orang yang mengalami gastroenteritis biasanya merasakan perubahan mendadak pada tubuhnya. Gejalanya sering dimulai dengan rasa tidak nyaman di perut, lalu berkembang menjadi diare atau muntah yang membuat tubuh cepat lemas. Meski sering disamakan dengan flu, penyakit ini sejatinya menyerang saluran cerna, bukan sistem pernapasan. Karena itu, keluhan yang muncul terutama berkaitan dengan pencernaan, seperti kram atau mual.

Berdasarkan informasi dari Alodokter, Mayo Clinic, dan Better Health Channel, pada infeksi yang disebabkan oleh virus, keluhan biasanya mulai terasa 1–3 hari setelah paparan, dan bisa berlangsung 1–2 hari, namun sebagian kasus dapat bertahan hingga dua minggu. Keluhan yang sering muncul:

  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Kram atau nyeri perut
  • Demam
  • Menggigil
  • Tubuh terasa lelah
  • Nyeri otot atau sendi
  • Sakit kepala
  • Kulit berkeringat atau terasa lembap

Keluhan ini biasanya ringan, tetapi bayi, anak kecil, ibu hamil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah lebih berisiko mengalami dehidrasi dan kondisi yang lebih berat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore