akil Menteri Kementerian Kesehatan (wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono menggandeg kalangan pergurua tinggi untuk mengurangi stunting.
JawaPos.com - Perguruan tinggi diminta berperan aktif dalam memberikan masukan berdasarkan kajian dan penelitian untuk mempercepat penurunan stunting di Indonesia. Pasalnya, kondisi gagal tumbuh pada generasi muda atau stunting, akan berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia (SDM) dimasa yang akan datang.
Hal itu dikatakan Wakil Menteri Kementerian Kesehatan (wamenkes) Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, dalam seminar bertema “Menuju Indonesia Sehat, Cerdas, dan Bebas Stunting” di kampus IPMI International Business School, Jakarta.
Acara itu tersebut dihadiri Rektor IPMI Prof. Ir. M. Aman Wirakartakusumah, Direktur Utama Demi Kita Dinar Pandan Sari, serta Deputi Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN Nopian Andusti.
Dante menyadari meski angka stunting sudah menurun dari 24 persen menjadi 21,6 persen, namun masih belum memenuhi target capaian tahun 2024 yaitu 14 persen. Karena itu perlu ada intervensi spesifik yaitu remaja sebelum memasuki jenjang pernikahan.
"Karena ini terkait ibu hamil dan setelah melahirkan melalui pemberian ASI, makanan pendamping ASI yang tepat, serta melalui upaya imunisasi," ujar Dante dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com, Selasa (23/5).
Sementara itu, Prof. Aman Wirakartakusumah mengatakan, IPMI akan berperan aktif menjadi agen perubahan dalam merealisasikan pembangunan keluarga sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia.
“Saya melihat bahwa satu hal yang harus terus kita pacu adalah pergerakan, yakni melalui penyuluhan maupun pendampingan terhadap remaja sebagai calon pembentuk generasi selanjutnya mengenai bagaimana merencanakan sebuah keluarga yang ideal," imbuhnya.
Hal senda juga diungkapkan, Dinar Pandan Sari. Ia menjelaskan tentang hambatan dalam upaya pencegahan stunting di Indonesia.
“Kita berdiri di atas bom waktu. Ada sekian juta pernikahan dan kelahiran bayi, lalu mereka akan tumbuh dewasa dan menjadi generasi penerus tidak lama lagi, sedangkan perubahan perilaku itu sulit dan tidak singkat. Maka kita harus bergerak dari sekarang karena kondisi negara ini ditentukan saat ini juga," ujarnya
Dalam upaya menjangkau audiens, Dinar menambahkan, pihaknya berupaya mengawinkan teknologi dan khazanah lokal, yakni melalui konten baik, ruang belajar digital, juga alat bantu, modul, serta permainan khas. Tak hanya menyasar target binaan di pelosok-pelosok daerah, dia juga berupaya menjangkau calon-calon pasangan di instansi pendidikan dan perkantoran demi memperluas cakupan pergerakannya.
Sementara Nopian Andusti menambahkan, peran remaja sangatlah penting dalam upaya pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, yang dalam hal ini juga penurunan angka stunting. Remaja perlu mempersiapkan pernikahan dengan matang agar dapat menghasilkan generasi penerus yang sehat dan bebas stunting.
"Jika sudah memiliki pengetahuan yang baik terkait perencanaan keluarga, remaja juga diharapkan untuk dapat mengedukasi teman-teman seusianya dan menjadi panutan yang memberikan pengaruh positif bagi lingkungan sekitarnya," ujarnya.
BKKBN sendiri, lanjur Nopian, telah memiliki program khusus bagi remaja seperti Konselor Sebaya, Duta GenRe, maupun posyandu dan PIKR (Pusat Informasi Kegiatan Remaja) yang siap menjadi sarana edukasi dan layanan terpadu bagi remaja-remaja di Indonesia.
Mahasiswi aktif IPMI Ningsi Selan, yang juga Ketua Posyandu Remaja di Enonapi, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, turut berbagi pengalaman. Di kampung halamannya, Ningsi aktif memberikan edukasi terkait kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja melalui kegiatan berbasis kesehatan masyarakat.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
