
Ilustrasi Resusitasi Jantung Paru (RJP). (freepik)
JawaPos.com-Serangan jantung adalah penyebab utama kematian. Serangan jantung umumnya tidak bisa diprediksi dan datang secara tiba-tiba, membuat setiap detik menjadi sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa penderitanya.
Serangan jantung mungkin membuat seseorang panik terutama jika insiden tersebut terjadi ditempat umum atau keramaian.
Oleh karena itu, penting bagi setiap orang untuk mengetahui dan memahami langkah-langkah pertolongan pertama, yang dapat membantu menyelamatkan nyawa seseorang, sebelum bantuan medis datang.
Penanganan seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP) menjadi penting diketahui semua orang. Prosedur ini mampu meningkatkan peluang hidup penderita serangan jantung sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh pihak medis di rumah sakit.
Oleh karena itu, pengetahuan tindakan RJP perlu dimiliki siapapun baik masyarakat maupun pelaku usaha di tempat publik.
Mengutip dari laman upk.kemkes.go.id dan puskesmaskuripan-dikes.
Pindahkan ke tempat kondusif
Serangan jantung bisa terjadi di mana saja, termasuk area ramai dan tempat umum. Jika anda melihat seseorang yang mengalami serangan jantung di tengah keramaian atau lokasi yang kurang aman, segera bantu dengan memindahkan orang tersebut ke tempat yang lebih kondusif dan tenang. Cara ini bertujuan agar penderita bisa dibaringkan dengan posisi nyaman dan memudahkan untuk memberikan pertolongan pertama.
Hubungi ambulans
Segera hubungi nomor 119 medis untuk layanan gawat darurat. Anda juga bisa menghubungi nomor rumah sakit terdekat agar ambulans segera datang dan pasien mendapatkan pertolongan dari tenaga medis profesional. Tindakan cepat ini sangat penting karena setiap detik adalah nyawa yang berharga untuk serangan jantung.
Lakukan Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Selagi menunggu ambulans datang, anda bisa melakukan bantuan hidup dasar seperti Resusitasi Jantung Paru (RJP) berupa kompresi dada.
Caranya, tempatkan telapak tangan anda di bagian tengah dada pasien. Kemudian, letakkan tangan satunya di atas, lalu eratkan kedua tangan anda. Lakukan tekanan di dada 5-6 cm dengan kecepatan 100-120 kali per menit. Ulangi hal tersebut sampai pasien memberikan respon atau pertolongan medis datang. Jika anda sudah terlatih, anda bisa memberikan bantuan napas.
Jika di sekitar anda terdapat alat Automated External Defibrillator (AED) anda bisa menghidupkan dan mengikuti panduan suara yang muncul menggunakan alat tersebut.
Bawa ke UGD terdekat

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
