
Mantan Menteri Kesehatan sekaligus penasehat utama program Cermata Nila F. Moloek (kanan) memberikan keterangan kepada wartawan di Jakarta. (Hilmi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Peneliti Utama Cermata Dr. Kianti Raisa Darusman, SpM(K) mengatakan anak perempuan lebih berisiko mengalami gangguan ketajaman penglihatan. Karena cenderung beraktivitas di dalam rumah dan kurang dapat sinar terang dari alam terbuka.
"Anak perempuan kan kadang sukanya di kamar atau di dalam rumah," jelasnya (13/10). Dia menyampaikan supaya anak-anak tetap diberikan porsi bermain di luar rumah. Karena sinar terang matahari bisa menjaga kesehatan mata. Tentu tidak dilakukan dengan melihat matahari secara langsung.
Fakta lain soal kesehatan mata pada anak-anak disampaikan Mantan Menteri Kesehatan sekaligus penasehat utama program Cermata Nila F. Moloek. Dia menyampaikan Pandemi Covid-19 memang sudah dinyatakan berakhir sejak beberapa tahun yang lalu. Namun dampaknya masih dirasakan sampai sekarang. Yaitu munculnya kasus kesehatan mata yang serius pada anak-anak usia sekolah dasar (SD).
Nila mengatakan, selama pandemi, aktivitas anak-anak banyak berada di rumah. "Termasuk sekolah di rumah, lewat gadget," kata Nila di sela peluncuran program atau platform Cermata di Jakarta.
Kecenderungan anak-anak belajar dari rumah lewat gadget itu, ternyata mempengaruhi kesehatan mata siswa. "Dan terbukti pada penelitian yang kami lakukan, (gangguan ketajaman penglihatan) naik jadi 40 persen," kata Nila.
Angka tersebut hanya pada anak kelas 4-6 SD saja. Jumlah tersebut menurut Nila sangat besar. Pasalnya sebelum ada Pandemi Covid-19, jumlah murid yang mengalami gangguan ketajaman penglihatan sekitar 13-15 persen saja.
Nila mengatakan, masalah gangguan ketajaman penglihatan pada siswa harus ditangani. Diantaranya dengan memberikan kacamata yang tepat.
Dia memperhatikan banyak anak-anak yang memicingkan mata saat membaca tulisan di papan. Jika tidak ditangani akan berdampak pada kualitas belajar siswa. Ujungnya berpengaruh pada prestasi murid.
Dia juga menyampaikan saat ini siswa sudah belajar normal di kelas. Dia memberikan saran supaya murid tetap diberikan porsi beraktivitas di luar kelas. Sehingga kesehatan matanya bisa terjaga. "Kalau aktivitas di luar kelas, jangan baca HP. Main saja di luar kelas yang cahayanya lebih terang," tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
