Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Oktober 2025 | 13.43 WIB

Sering Merasa Perih di Ulu Hati? Waspadai Gejala Dispepsia, Begini Penjelasan Dokter

TIDAK NYAMAN: Keluhan utama yang dialami penderita GERD adalah nyeri di ulu hati serta heartburn yang sering salah dikira sebagai gangguan jantung. (ILUSTRASI DIPERAGAKAN OLEH: AISA DYNDA MAYSHWARYA - FOTO: DITE SURENDRA/JAWA POS) - Image

TIDAK NYAMAN: Keluhan utama yang dialami penderita GERD adalah nyeri di ulu hati serta heartburn yang sering salah dikira sebagai gangguan jantung. (ILUSTRASI DIPERAGAKAN OLEH: AISA DYNDA MAYSHWARYA - FOTO: DITE SURENDRA/JAWA POS)

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasakan sensasi panas atau perih di ulu hati setelah makan?

Banyak orang menganggapnya hal biasa, padahal kondisi ini bisa menjadi tanda gangguan pencernaan yang perlu diwaspadai.

Dilansir dari laman YouTube Ini Kata Dokter, keluhan tersebut dikenal dengan istilah dispepsia, yaitu gejala yang menandakan adanya masalah pada saluran pencernaan bagian atas.

Berikut penjelasan lengkap tentang berbagai penyebab dispepsia serta cara mengatasinya menurut penjelasan dokter.

1. Produksi Asam Lambung yang Tidak Seimbang

Asam lambung berfungsi untuk mencerna makanan yang masuk ke perut. Namun, ketika produksinya terganggu, baik terlalu tinggi maupun terlalu rendah, proses pencernaan menjadi tidak optimal. Kelebihan asam lambung dapat menimbulkan rasa perih, terbakar, dan mual.

Sebaliknya, kekurangan asam lambung bisa membuat makanan sulit dicerna dan menyebabkan perut terasa penuh serta kembung. Menjaga pola makan yang teratur dan tidak melewatkan waktu makan dapat membantu menjaga keseimbangan produksi asam lambung.

2. Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Infeksi bakteri H. pylori merupakan salah satu penyebab utama peradangan pada dinding lambung atau gastritis. Bakteri ini dapat merusak lapisan pelindung lambung sehingga asam mudah mengiritasi jaringan di dalamnya. Akibatnya, muncul rasa nyeri dan panas di ulu hati.

Penanganan infeksi H. pylori biasanya memerlukan kombinasi antibiotik dan obat penurun asam lambung. Pemeriksaan ke dokter penting dilakukan untuk memastikan diagnosis dan mendapatkan pengobatan yang sesuai.

3. Tukak Lambung (Luka pada Dinding Lambung)

Tukak lambung terjadi ketika lapisan lambung terkikis akibat asam berlebih atau infeksi. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa nyeri tajam, terutama saat perut kosong atau di malam hari. Dalam beberapa kasus, tukak juga bisa menyebabkan mual dan muntah.

Untuk mengatasinya, dokter biasanya akan memberikan obat pelindung lambung serta anjuran untuk menghindari makanan pedas, asam, dan berlemak. Mengurangi stres juga membantu proses penyembuhan lebih cepat.

4. Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)

GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat lemahnya otot sfingter bawah esofagus. Gejala utamanya adalah sensasi terbakar di dada (heartburn) dan rasa pahit di mulut. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan peradangan pada kerongkongan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore