Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Oktober 2025 | 05.31 WIB

1 dari 8 Perempuan Berisiko Terkena Kanker Payudara, Dokter Sarankan Mamografi dengan Ketentuan Ini

Ilustrasi Kanker Payudara - Image

Ilustrasi Kanker Payudara

JawaPos.com – Kanker payudara masih menjadi momok bagi perempuan, dengan angka kejadian cukup tinggi. Data menunjukkan bahwa 1 dari 8 perempuan berisiko mengalami kanker payudara sepanjang hidupnya. Deteksi dini melalui pemeriksaan mamografi sangat dianjurkan dengan beberapa ketentuan. 

Kepala Departemen Radiologi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, dr. Nina I.S.H. Supit, Sp.Rad, PRP (K), menegaskan pentingnya mengikuti standar global dalam melakukan skrining.

“Jadi, untuk perempuan yang tidak punya risiko tinggi, dianjurkan mulai usia 40 tahun lakukan screening mamografi, satu tahun sekali atau dua tahun sekali. Dengan catatan, perempuan-perempuan itu harus juga diajarkan melakukan SADARI. Karena SADARI ini amat-sangat penting,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/9).

SADARI atau periksa payudara sendiri, menurut dr. Nina, harus menjadi kebiasaan rutin.

“Yang punya harus tahu apa yang terjadi pada payudaranya. Jadi itulah SADARI yang sama-sama dianjurkan dilakukan, ditambah dengan screening mamografi,” tambahnya.

Adapun ntuk perempuan dengan risiko tinggi, aturan skrining mamografi dianjurkan dilakukan lebih awal.

“Kalau perempuan itu punya risiko tinggi, misalnya ibunya, tantenya, atau neneknya pernah kena kanker payudara, mereka boleh dilakukan screening pada usia kurang dari 40 tahun," tuturnya.

"Kami di sini mengambil usia 35 tahun sudah boleh dilakukan screening. Karena menurut literatur, kalau kita punya risiko tinggi, kemungkinan terkena kanker payudara justru pada usia muda,” jelas dr. Nina.

Bahkan, di beberapa fasilitas kesehatan dengan sarana lebih lengkap, skrining bisa dilakukan lebih cepat.

 “Kalau di tempat tinggal ada sarana MRI, boleh dilakukan pada usia 30 tahun. Tapi untuk mamografi masih tetap 35 tahun untuk risiko yang tinggi,” tegasnya.

Dengan angka kejadian kanker payudara yang terus meningkat, dr. Nina menekankan bahwa deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang pasien untuk sembuh dan menjalani pengobatan yang lebih ringan.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore