Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 September 2025 | 12.20 WIB

Hindari 8 Sayuran Ini Jika Punya Asam Lambung, Bisa Bikin Sensasi Terbakar di Dada

Brokoli Segar (Canva)

 
JawaPos.com - Penyakit asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) dapat kambuh kapan saja, terutama saat salah memilih makanan yang memicu refluks atau sensasi terbakar di dada.

Tidak hanya makanan berlemak, pedas, atau asam, beberapa jenis sayuran ternyata juga dapat memperparah gejala asam lambung dan menimbulkan perut kembung.

Mengetahui sayuran yang sebaiknya dibatasi penting agar gejala tidak mudah kambuh dan tetap bisa menikmati pola makan sehat sehari-hari.

Dilansir dari laman Halodoc.com dan Medical News Today, ini delapan sayuran yang sebaiknya dihindari penderita asam lambung agar gejala tidak semakin parah.

1. Bawang Bombay

Bawang bombay sering dijadikan bumbu masakan, tetapi kandungan fruktosanya dapat memicu gas berlebih yang membuat perut kembung pada penderita asam lambung.

Konsumsi bawang bombay berlebihan juga dapat menimbulkan sensasi panas di dada, sekaligus rasa tidak nyaman setelah makan.

Sebaiknya gunakan bawang bombay secukupnya saat memasak dan hindari memakannya mentah agar gejala GERD tidak kambuh.

Kamu bisa mengganti bawang bombay dengan bumbu lain yang lebih aman bagi lambung untuk tetap menjaga cita rasa masakan.

2. Bawang Putih

Bawang putih mentah memiliki sifat asam yang dapat memperparah gejala GERD, termasuk sensasi terbakar di dada dan rasa panas pada perut.

Mengonsumsi bawang putih berlebihan meningkatkan produksi gas dalam perut, yang membuat lambung terasa kembung.

Gunakan bawang putih hanya secukupnya sebagai bumbu masak, jangan dimakan mentah, agar risiko refluks berkurang.

Memilih bumbu alternatif yang lebih aman membantu tetap menjaga cita rasa masakan tanpa memicu gejala GERD.

3. Kol

Kol tinggi serat dan mengandung gula rafinosa yang sulit dicerna sehingga proses fermentasi di usus memicu gas berlebih dan perut kembung.

Konsumsi kol berlebihan dapat meningkatkan tekanan di perut, mempermudah naiknya asam lambung, serta menimbulkan sensasi terbakar di dada.

Sebaiknya konsumsi kol dalam jumlah terbatas atau kombinasikan dengan sayuran yang lebih aman bagi lambung.

Mengolah kol dengan cara direbus ringan atau dikukus lebih aman dibanding dimakan mentah atau digoreng.

4. Kembang Kol

Kembang kol juga mengandung gula rafinosa sehingga dapat menghasilkan gas berlebih dan memperburuk gejala asam lambung pada penderita.

Makan kembang kol terlalu banyak bisa membuat perut terasa penuh dan memicu refluks atau rasa panas di dada.

Kombinasikan kembang kol dengan sayuran lain yang lebih aman untuk lambung agar tetap mendapat nutrisi tanpa memicu gejala.

Konsumsi secukupnya dan hindari menambahkan bumbu pedas atau tinggi lemak agar gejala asam lambung tidak kambuh.

5. Sawi Putih

Sawi putih memiliki kandungan rafinosa dan tingkat keasaman tertentu yang dapat membuat perut kembung dan memperparah gejala GERD.

Penderita sebaiknya membatasi konsumsi sawi putih atau mengolahnya dengan cara yang lebih ringan, seperti dikukus.

Hindari mengonsumsi sawi putih berlebihan, terutama dalam sup atau kimchi yang tinggi bumbu pedas dan asam.

Pilih porsi kecil dan kombinasikan dengan sayuran yang lebih ramah untuk lambung agar risiko refluks berkurang.

6. Brokoli

Brokoli kaya nutrisi tetapi mengandung rafinosa yang dapat menimbulkan gas berlebih dan membuat perut kembung pada penderita GERD.

Mengolah brokoli dengan keju atau saus tinggi lemak juga bisa memicu naiknya asam lambung lebih cepat.

Konsumsi brokoli secukupnya dan hindari campuran bahan yang meningkatkan keasaman atau mengiritasi lambung.

Mengukus brokoli ringan membantu tetap sehat dan aman untuk lambung tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.

7. Daun Mint

Daun mint sering digunakan dalam minuman atau hidangan penutup, tetapi dapat melemahkan sfingter esofagus bawah sehingga asam lambung mudah naik.

Konsumsi daun mint berlebihan dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada atau mulas pada penderita GERD.

Batasi penggunaan daun mint, terutama dalam teh atau minuman dingin agar gejala tidak kambuh.
Pilih herbal lain yang lebih aman untuk lambung bila ingin menambahkan aroma segar pada masakan atau minuman.

8. Paprika

Paprika, terutama hijau, memiliki kandungan tertentu dan rasa agak pedas yang bisa memicu naiknya asam lambung pada sebagian orang.

Konsumsi paprika dapat menimbulkan sensasi terbakar di dada setelah makan, bahkan dalam porsi kecil sekalipun.

Sebaiknya batasi konsumsi paprika atau pilih jenis yang lebih manis dan tidak terlalu pedas agar aman untuk lambung.

Memasak paprika hingga lunak atau dipanggang ringan juga mengurangi efek iritasi pada lambung sehingga gejala tidak kambuh.

Penderita asam lambung perlu membatasi konsumsi sayuran tertentu yang dapat memicu refluks, sensasi terbakar di dada, dan perut kembung agar gejala tidak sering kambuh.

Selain membatasi sayuran, perhatikan porsi makan, metode pengolahan, serta hindari langsung berbaring setelah makan agar lambung tetap nyaman.

Kombinasikan sayuran dengan pola makan sehat agar tetap mendapat nutrisi tanpa memperburuk gejala asam lambung.

Jika gejala sering kambuh atau tidak membaik dengan pengaturan makanan, segera konsultasikan ke tenaga medis agar mendapat penanganan tepat.

Dengan pengaturan pola makan, penderita asam lambung bisa tetap sehat, nyaman, dan menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terganggu.
 

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore