Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 10 September 2025 | 14.05 WIB

Kenali Gejala, Faktor Risiko, dan Cara Mencegah Stroke Sebelum Terlambat

Ilustrasi penderita stroke. (jcomp/Freepik). - Image

Ilustrasi penderita stroke. (jcomp/Freepik).


JawaPos.com - Stroke kini menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di Indonesia. Penyakit ini sering kali datang secara mendadak tanpa memberi tanda sebelumnya.

Dilansir dari laman YouTube Kata Dokter, stroke merupakan kondisi gangguan aliran darah di otak, yang bisa terjadi karena sumbatan maupun perdarahan. Dampaknya bergantung pada bagian otak yang terkena, dan dapat memengaruhi gerak, bicara, bahkan daya ingat.

Karena sifatnya yang mendadak, stroke harus dipahami sejak dini agar dapat dicegah dan ditangani dengan cepat. Mengetahui faktor risiko serta gaya hidup sehat menjadi kunci untuk menekan angka kasus stroke.


1. Apa itu Stroke dan Dampaknya


Stroke adalah sindroma klinis akibat terhentinya aliran darah ke otak. Bila mengenai area motorik, bisa timbul kelumpuhan; bila menyerang area sensorik, muncul kebas atau kesemutan. Jika yang terkena bagian memori, penderita bisa mengalami lupa mendadak, dan bila bagian bicara, bisa menjadi cadel atau sulit mengucapkan kata.


2. Faktor Risiko yang Tidak Bisa Dimodifikasi


Ada empat faktor risiko utama yang tidak bisa diubah. Pertama, faktor genetik: jika ada riwayat keluarga, risiko meningkat. Kedua, usia: semakin tua seseorang, risikonya semakin tinggi. Ketiga, jenis kelamin: laki-laki lebih rentan pada usia produktif. Keempat, riwayat stroke sebelumnya meningkatkan kemungkinan serangan berulang.


3. Faktor Risiko yang Bisa Dimodifikasi


Inilah faktor yang bisa dikendalikan dengan gaya hidup sehat. Hipertensi, diabetes, kadar kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan konsumsi alkohol berlebihan merupakan pemicu utama. Dengan pengobatan, kontrol rutin, dan perubahan pola hidup, risiko ini bisa ditekan.


4. Gaya Hidup dan Pola Makan


Kebiasaan sehari-hari berperan besar dalam pencegahan stroke. Pola makan rendah karbohidrat dan lemak, serta kaya serat dari sayur dan buah sangat dianjurkan. Obesitas, terutama lemak di perut (obesitas sentral), terbukti meningkatkan risiko stroke.


5. Pentingnya Aktivitas Fisik


Olahraga rutin membantu membakar kalori berlebih dan mencegah penumpukan lemak di pembuluh darah. Jangan menunda gerak dengan alasan sibuk, karena olahraga ringan yang konsisten lebih baik daripada tidak sama sekali.


6. Makanan yang Sebaiknya Dihindari


Makanan dengan kadar garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah, misalnya makanan cepat saji atau berpengawet. Selain itu, makanan tinggi lemak jenuh, seperti santan berlebihan, juga memperburuk kadar kolesterol dalam tubuh jika dikonsumsi terus-menerus.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore