Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Mei 2023 | 02.26 WIB

Hipertensi Hingga Diabetes Pemicu Disfungsi Ereksi, Begini Gejalanya

Ilustrasi. Gangguan reproduksi pada pria seperti difungsi ereksi bisa memperkecil peluang perempuan untuk hamil. - Image

Ilustrasi. Gangguan reproduksi pada pria seperti difungsi ereksi bisa memperkecil peluang perempuan untuk hamil.

JawaPos.com–Saat ini, banyak pria masih ragu dan malu untuk membicarakan kondisi kesehatan organ reproduksi. Padahal, keberadaan dokter spesialis urologi dapat memberikan solusi serta perawatan yang tepat untuk penyakit tersebut.

Prof dr Ponco Birowo SpU (K) PhD menjelaskan, urologi pada pria menjadi salah satu bidang medis yang berfokus terhadap masalah di sistem kemih dan reproduksi pria. Hal itu mencakup berbagai macam penyakit dan kondisi kesehatan yang dapat terjadi pada organ-organ yang terlibat dalam sistem reproduksi pria.

”Dokter spesialis urologi yang ahli dalam mendiagnosis serta menangani masalah terkait dengan sistem kemih dan reproduksi pria. Sehingga, memiliki peran penting dalam membantu pria untuk memelihara kesehatan reproduksi yang tak boleh diabaikan,” tutur Ponco Birowo melalui zoom meeting.

Dokter yang meraih gelar S-3 dari Hannover Medizinische Hochschule, Jerman, itu menjelaskan, dalam urologi pada pria, ada berbagai macam kondisi dan penyakit yang dapat terjadi. Salah satunya disfungsi ereksi atau erectile dysfunction (ED).

Karena itu, penting untuk mengenali gejala awal dan menghubungi dokter segera. Dia menyatakan, pengobatan yang tepat dan teratur akan memastikan kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.

Lebih lanjut, Ponco mengungkapkan, berdasar Jurnal Ilmiah Departemen Urologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang diterbitkan pada 2019, dari total 255 responden, 35,6 persen di antaranya mengalami disfungsi ereksi atau sebesar 92 responden. Penyakit disfungsi ereksi dan gangguan kesuburan pria tidak bisa dianggap remeh. Kebiasaan hidup tidak sehat, obesitas, hipertensi, dan kebiasaan merokok menjadi beberapa faktor yang dapat mengakibatkan seseorang mengalami disfungsi ereksi.

Ada beberapa jenis disfungsi ereksi yang dapat diderita seseorang berdasar penyebabnya. Ponco menyebutkan, pertama disfungsi ereksi organik. Jenis disfungsi tersebut terjadi karena penyakit sistemik atau cacat organik yang memengaruhi fungsi ereksi penis. Beberapa contoh penyakit yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi organik antara lain diabetes, penyakit jantung, hipertensi, dan penyakit neurologis.

”Disfungsi ereksi akibat masalah hormon dan trauma atau cedera fisik juga termasuk dalam klasifikasi disfungsi ereksi organik. Lalu, yang kedua disfungsi ereksi psikogenik. Disfungsi ereksi tersebut terjadi karena masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi, atau trauma psikologis,” papar Ponco Birowo.

Kemudian yang ketiga, menurut dia, disfungsi ereksi campuran. Yakni disfungsi ereksi yang disebabkan campuran dari masalah psikogenik dan organik.

Lantas, bagaimana dengan gejala disfungsi ereksi?

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu menyampaikan, tanda dan gejala jika seseorang mengalami gangguan kesuburan pria yaitu adanya gangguan pada kualitas dan jumlah sperma yang dihasilkan saat ejakulasi. Lalu, gairah seksual menurun. Saat gairah seksual menurun, akan memengaruhi kemampuan dalam menghasilkan sperma.

”Tanda lain, ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, dan munculnya rasa sakit atau ketidaknyamanan saat ejakulasi atau ketika melakukan hubungan seksual,” ujar Ponco Birowo, dokter spesialis urologi dan konsultan andro urologi endo Urologi RS Siloam ASRI, Duren Tiga, Jakarta Selatan, itu.

Bagaimana cara mengobatinya? Pengobatan untuk mengatasi masalah tersebut dilakukan secara bertahap. Perlu diperhatikan tata laksana disfungsi ereksi membutuhkan waktu dan tidak dapat diselesaikan secara instan. Pasien disfungsi ereksi perlu dilakukan diagnosis terlebih dahulu untuk menentukan jenis dari penyakit disfungsi ereksi yang diderita.

Selanjutnya, dari diagnosis tersebut, penyakit disfungsi ereksi dapat diberikan obat-obatan. Jika obat-obatan tidak dapat menyembuhkan, penanganan pasien dapat berlanjut ke tahap operasi.

”Masalah kesehatan fisik seperti faktor usia, diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, obesitas, penyakit pernapasan, dan penyakit kronis lain merupakan beberapa faktor risiko yang dapat memengaruhi timbulnya disfungsi ereksi dan masalah kesuburan pada seseorang,” beber Ponco.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore