Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 21.49 WIB

Benarkah Daging Kelelawar hingga Tokek Bisa Meredakan Asma? Simak Penjelasan Medisnya

Ilustrasi orang dengan asma. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang dengan asma. (Freepik)

JawaPos.com - Asma adalah salah satu penyakit kronis pada sistem pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran udara. Kondisi ini membuat penderitanya sering mengalami kesulitan napas, batuk, dan rasa sesak di dada.

Serangan asma bisa muncul secara tiba-tiba dan tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang, mulai dari ringan hingga berat. Penyakit ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti alergi, debu, asap rokok, hingga aktivitas fisik berlebihan.

Dikutip dari Halodoc, ketika asma mengalami kambuh, otot-otot di sekitar saluran pernapasan akan mengalami kontraksi dan produksi lendir meningkat, sehingga aliran udara menjadi terhambat. Hal itu menyebabkan penderita asma membutuhkan obat pereda atau inhaler untuk membantu melegakan pernapasan.

Asma tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi bisa dikendalikan dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Menghindari faktor pemicu, menjaga kebersihan lingkungan, serta rutin memeriksakan diri ke dokter sangat penting untuk mencegah serangan.

Pada teknik pengobatan di beberapa negara Asia, diyakini bahwa beberapa daging hewan dapat meredakan dan meringankan kondisi asma seseorang. Dikutip dari HelloSehat, berikut ini adalah penjelasan ilmiahnya.

1. Kelelawar

Sejumlah peneliti meyakini bahwa daging kelelawar mengandung senyawa ketotifen. Kandungan ketotifen termasuk dalam golongan obat antihistamin, yang bekerja dengan cara menghambat produksi histamin. Histamin adalah zat pemicu reaksi alergi ketika tubuh terpapar alergen.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the Medical Association of Thailand, ketotifen terbukti memiliki efektivitas yang setara dengan kortikosteroid, seperti budesonide, dalam mencegah munculnya gejala asma pada anak-anak.

2. Cacing Tanah

Peneliti dari Yangtze University Medical College, Tiongkok, meneliti efek rebusan cacing tanah terhadap asma bronkial yang dipicu oleh peradangan saluran pernapasan.

Penelitian ini menggunakan marmut sebagai objeknya, lalu diberikan induksi menggunakan ovalbumin untuk menimbulkan gejala asma. Setelah itu, marmut diberikan rebusan cacing tanah dengan dosis tinggi maupun rendah.

Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa rebusan cacing tanah mampu membantu meredakan peradangan pada saluran pernapasan marmut. Mekanismenya bekerja dengan cara menghambat sekaligus mempercepat kematian sel-sel yang menjadi pemicu peradangan.

3. Tokek

Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Ethnopharmacology meneliti efek anti-asma dari ekstrak tokek pada tikus yang dipicu alergi melalui induksi ovalbumin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tokek dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan akibat reaksi alergi, sehingga membantu melonggarkan saluran napas dan mencegah timbulnya asma.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore