Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 September 2025 | 15.01 WIB

Suka Makan Seblak? Waspadai Risiko Kesehatan dari Konsumsi Berlebihan

Seblak enak, pedas dan bikin nagih, tapi konsumsi berlebihan bisa mengundang masalah kesehatan (tangkapan layar YouTube Chef Devina Hermawan)

JawaPos.com – Seblak, makanan khas Bandung, kini menjadi camilan favorit banyak orang, terutama perempuan, baik remaja maupun dewasa. Sensasi kenyal, pedas, dan hangat yang ditawarkan memang membuat ketagihan. 

Namun, di balik kelezatan tersebut, seblak menyimpan berbagai risiko kesehatan yang sering kali diabaikan. Secara umum, seblak terbuat dari kerupuk yang direndam, kemudian dimasak dengan bahan tambahan seperti mie, makaroni, sosis, bakso, dan olahan seafood seperti cikuwa.

Tidak sedikit penggemar seblak yang menikmatinya dengan level pedas ekstrem, tanpa menyadari bahwa kombinasi bahan dan tingkat kepedasan tinggi dapat berdampak buruk jika dikonsumsi terlalu sering.

Menurut postingan Instagram dokter @aymanalatas, seblak mengandung karbohidrat tinggi dan kadar sodium berlebihan. Kandungan tersebut dapat memicu masalah kesehatan seperti GERD, dehidrasi, hingga maag.

Efek Samping Mengonsumsi Seblak Berlebihan

Dilansir dari KlikDokter.com, berikut beberapa risiko kesehatan lain yang bisa mengintai akibat mengonsumsi seblak secara berlebihan:

  1. Hipertensi
    Seblak mengandung MSG dan penyedap rasa dalam jumlah tinggi. Asupan natrium berlebih dapat meningkatkan tekanan darah, memicu sakit kepala, dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.
  2. Gangguan Ginjal
    Natrium berlebih juga dapat membebani kerja ginjal. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menyebabkan dehidrasi, terbentuknya batu ginjal, hingga kerusakan ginjal permanen.
  3. Kolesterol Tinggi
    Selain natrium, seblak juga mengandung minyak dan lemak jenuh yang tinggi, terutama dari bahan tambahan seperti sosis dan bakso.

Kandungan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL), menimbulkan penumpukan plak di arteri, dan meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

  1. Obesitas dan Sindrom Metabolik
    Kerupuk, minyak, serta olahan seafood dalam seblak memiliki kalori yang cukup tinggi. Konsumsi berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan, obesitas, resistensi insulin, hingga risiko diabetes tipe 2.

Seblak memang lezat dan mengenyangkan, tetapi konsumsi yang tidak terkendali dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.

Jika ingin tetap menikmati seblak, sebaiknya batasi frekuensi dan porsi konsumsinya, serta pilih bahan yang lebih sehat, seperti menambahkan sayuran segar dan mengurangi penggunaan bumbu instan. Dengan begitu, kenikmatan seblak bisa tetap terasa tanpa mengorbankan kesehatan tubuh.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore