Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 September 2025 | 17.13 WIB

Kunyit dan Potensi Manfaatnya untuk Mengelola Berat Badan pada Penderita Diabetes Tipe 2

Bubuk kunyit. (dok. freepik)

 
JawaPos.com - Anda mulai waspada dengan datangnya diabetes di usia tertentu? Perlu diketahui, bahwa jumlah penderita diabetes tipe 2, kondisi ketika tubuh tidak mampu mengatur kadar gula darah, terus meningkat pesat. Pada tahun 2017, tercatat sekitar 462 juta orang atau 6,28% populasi dunia hidup dengan kondisi ini.

Namun, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2024, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 800 juta orang, dan 95% di antaranya adalah penderita diabetes tipe 2. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius seperti gangguan jantung, masalah penglihatan, hingga kerusakan ginjal.

Obesitas dan kelebihan berat badan kerap ditemui pada orang dengan pradiabetes maupun diabetes tipe 2. Menurunkan berat badan terbukti dapat membantu mengendalikan gejala, bahkan dalam beberapa kasus mampu membalikkan kondisi.

Melansir melalui Medical News Today, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa suplemen kunyit atau kurkumin dapat mendukung proses penurunan berat badan pada penderita diabetes dan pradiabetes.

Hasil penelitian tentang kunyit dan kurkumin

Sebuah tinjauan dari 20 uji klinis acak yang dipublikasikan di Nutrition & Diabetes menemukan bahwa kunyit atau kurkumin, zat aktif utama dalam kunyit, memiliki efek positif pada beberapa indikator obesitas.

Hasilnya menunjukkan adanya penurunan berat badan, lingkar pinggang, persentase lemak tubuh, serta lingkar panggul pada partisipan dengan diabetes tipe 2 maupun pradiabetes.

Meski perubahannya relatif kecil, para ahli menilai manfaat tersebut tetap berarti bagi kesehatan masyarakat luas. Misalnya, penurunan berat badan sekitar 2 kg atau pengurangan 2–3 cm lingkar pinggang dapat membantu menurunkan risiko sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskular.

Cara kerja dan potensi manfaat kunyit

Kunyit telah lama digunakan sebagai bumbu makanan, pewarna alami, hingga suplemen kesehatan. Studi menunjukkan bahwa kunyit memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Efek inilah yang diduga membantu proses metabolisme, meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, hingga mendukung pembakaran kalori.

Peneliti juga menemukan hubungan antara dosis serta durasi konsumsi dengan hasil yang diperoleh. Misalnya, konsumsi lebih dari 22 minggu dapat menurunkan berat badan sekitar 2,5 kg, sementara dosis lebih dari 1.500 mg/hari mampu mengurangi lingkar pinggang hampir 2 cm pada pasien diabetes tipe 2.

Meskipun hasil penelitian cukup menjanjikan, para ahli mengingatkan bahwa suplemen kunyit bukanlah solusi instan untuk menurunkan berat badan. Faktor lain seperti pola makan sehat, aktivitas fisik, serta gaya hidup tetap menjadi pilar utama dalam pengelolaan diabetes dan obesitas.

Selain itu, sebagian besar penelitian masih terbatas pada populasi tertentu, sehingga diperlukan studi lanjutan dengan cakupan lebih luas untuk memastikan. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore