Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Agustus 2025 | 08.17 WIB

7 Fakta Tes Darah Prediktif Depresi Pasca Persalinan yang Perlu Diketahui Wanita Hamil

Ilustrasi depresi pasca persalinan (Freepik) - Image

Ilustrasi depresi pasca persalinan (Freepik)

JawaPos.com – Tes darah eksperimental untuk prediksi depresi pascapersalinan sedang dikembangkan dan dapat membantu deteksi lebih awal pada wanita hamil.

Depresi pasca persalinan atau Post Partum Depression (PPD) merupakan gangguan suasana hati yang muncul setelah melahirkan dan dapat mempengaruhi kondisi emosional, fisik, serta perilaku ibu.

Jennifer L. Payne, MD, profesor psikiatri dari University of Virginia, menyatakan bahwa pola genetik dalam darah dapat memprediksi risiko PPD dengan akurasi sekitar 80%.

Deteksi dini PPD sangat penting karena gangguan ini berdampak pada hubungan ibu-anak, tumbuh kembang bayi, dan kesehatan psikologis ibu.

Baca Juga: 7 Alasan Tatapan Kosong Gen Z Jadi Fenomena Digital yang Mengubah Tren Ekspresi di Media Sosial

Berikut 7 fakta tes darah prediktif depresi pasca persalinan yang perlu diketahui wanita hamil dilansir dari laman Health Central, Jumat (15/8):

1. Tes Genetik Menggunakan Sampel Darah

Penelitian terbaru fokus pada biomarker, tes ini memanfaatkan pola metilasi gen tertentu dalam darah yang berhubungan dengan respons estrogen. Tiga gen utama yang terlibat adalah Heterochromatin Protein 1 Binding Protein 3 (HP1BP3), Tetratricopeptide Repeat Domain 9B (TTC9B), dan Membrane Spanning 4-Domains A7 (MS4A7).

Penelitian ini dilakukan melalui pengambilan darah sederhana dan tidak invasif. Tes ini dirancang agar efisien, tanpa prosedur kompleks, serta memudahkan identifikasi risiko lebih awal.
 
Baca Juga: 7 Makanan Pemicu dan Pereda Asma yang Perlu Diketahui

2. Akurasi Mencapai Sekitar 80 Persen

Didukung analisis kecerdasan buatan, algoritma dikembangkan dengan menganalisis data genetik dari wanita yang mengalami dan tidak mengalami PPD.

Kombinasi tiga gen memberikan prediksi yang cukup kuat terhadap risiko PPD. Angka akurasi ini menjanjikan sebagai alat pendukung diagnosa awal gangguan suasana hati.

3. Studi Nasional Dimulai Agustus 2025

Rekrutmen berlangsung di berbagai wilayah, tim peneliti dari University of Virginia merekrut 2.000 ibu hamil untuk dua studi besar, termasuk uji validasi biomarker secara prospektif.

Fokus studi mencakup efektivitas dan tingkat kesalahan hasil. Langkah ini menjadi tahap penting sebelum pengajuan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat Food and Drug Administration (FDA).

4. Tes Berpotensi Meningkatkan Perencanaan Perawatan

Membantu penyusunan rencana pendukung sejak kehamilan, tes prediktif ini dapat memberi waktu bagi dokter dan keluarga dalam menyiapkan dukungan mental dan logistik sejak awal kehamilan.

Ini termasuk pengaturan cuti pasangan atau perawatan lanjutan. Perencanaan ini mendukung kesehatan emosional ibu serta pertumbuhan bayi yang optimal.

5. PPD Berdampak pada Perkembangan Anak


Terkait IQ dan kemampuan bahasa bayi, bayi yang lahir dari ibu dengan PPD berisiko mengalami gangguan perilaku, keterlambatan perkembangan bahasa, serta penurunan interaksi positif.

Efek ini dipicu oleh keterbatasan interaksi emosional ibu. Deteksi dan penanganan dini sangat berperan dalam memutus dampak jangka panjang terhadap anak.

6. Pemeriksaan PPD Masih Terbatas

Skala saat ini tidak cukup mendeteksi awal, saat ini, skrining PPD dilakukan melalui Skala Depresi Postnatal Edinburgh saat kontrol enam minggu pasca melahirkan.

Namun, gejala bisa muncul sebelum atau setelah waktu ini. Tes darah dapat mengisi celah waktu kritis saat gejala belum terdeteksi oleh metode konvensional.

7. Tes Belum Tersedia untuk Umum

Menunggu hasil akhir studi dan persetujuan, meskipun hasil awal menjanjikan, tes ini masih dalam tahap penelitian lanjutan.

Proses pengajuan izin dan validasi tambahan dibutuhkan sebelum penggunaan massal. Sementara menunggu, penting meningkatkan kesadaran dan dukungan bagi ibu hamil serta pasca persalinan.

Deteksi awal depresi pasca persalinan melalui tes darah berpotensi menjadi langkah transformatif bagi kesehatan ibu dan bayi.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore