
Petani di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, melakukan perawatan tanaman tembakau di lahan miliknya. (ADITYA YUDA SETYA PUTRA/RADAR TULUNGAGUNG)
JawaPos.com - Strategi pengendalian rokok selama ini sering berfokus pada satu hal: larangan dan kampanye berhenti total. Tapi, bagaimana jika sebagian perokok belum siap berhenti sepenuhnya?
Sebuah laporan baru mengusulkan pendekatan berbeda, dan hasilnya bisa menyelamatkan ratusan ribu nyawa.
Laporan berjudul “Saving 600,000 Lives in Nigeria and Kenya: The Impact of Complementing Tobacco Control with Harm Reduction by 2060” mengungkap bahwa strategi pengurangan bahaya tembakau atau Tobacco Harm Reduction (THR) bisa menjadi solusi pelengkap dalam pengendalian rokok.
Fokusnya adalah menawarkan alternatif nikotin yang lebih rendah risiko bagi perokok dewasa yang belum bisa (atau belum siap) berhenti total.
Studi ini dipimpin oleh Dr. Derek Yach, mantan pejabat WHO, dan menyoroti bahwa tanpa inovasi kebijakan, puluhan ribu orang di Nigeria dan Kenya akan terus meninggal setiap tahun akibat rokok. Padahal, dengan penerapan strategi THR secara optimal, lebih dari 600.000 nyawa bisa diselamatkan hingga tahun 2060.
“Beban penyakit akibat rokok masih akan terus meningkat… penggunaan rokok menjadi faktor utama penyebabnya,” demikian kutipan dalam laporan yang dirilis Senin (14/7).
Pendekatan THR ini bukan tanpa kontroversi. Produk seperti rokok elektronik (vape), produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin dinilai dapat mengurangi risiko penyakit karena tidak melibatkan proses pembakaran seperti rokok konvensional.
dr. Tri Budhi Baskara, pemerhati kesehatan masyarakat, mengakui bahwa pendekatan ini punya dasar ilmiah. "Dalam kasus di mana penghentian total tidak dapat segera dicapai, produk alternatif dapat menjadi jembatan," ujarnya melalui keterangannya terpisah.
Namun, tentu saja, produk ini bukan solusi instan. Menurut dr. Tri Budhi, masih dibutuhkan regulasi ketat, edukasi publik, dan pengawasan distribusi agar produk alternatif ini benar-benar digunakan oleh sasaran yang tepat, yakni perokok dewasa, bukan generasi muda atau non-perokok.
Bagaimana dengan Indonesia?
Di tengah lonjakan jumlah perokok dan tingginya angka penyakit terkait tembakau, Indonesia masih bertumpu pada pendekatan tradisional: larangan merokok di tempat umum, kampanye berhenti merokok, dan pencantuman peringatan kesehatan di bungkus rokok. Tapi efektivitasnya dipertanyakan.
“Banyak perokok ingin berhenti, tapi mengalami kekambuhan karena nikotin bersifat adiktif. Tanpa dukungan farmakologis atau alternatif nikotin yang lebih rendah risiko, mereka kembali ke rokok,” jelas dr. Tri Budhi.
Ia menyarankan agar Indonesia mulai melirik strategi pengurangan bahaya tembakau sebagai bagian dari solusi nasional, bukan hanya sebagai pendekatan pinggiran.
Meski menjanjikan, pendekatan THR tetap mengundang kritik. Beberapa pihak khawatir produk alternatif bisa membuka celah bagi penyalahgunaan, terutama oleh anak muda. Selain itu, industri tembakau dituding memanfaatkan strategi ini untuk tetap bertahan, meski dengan bungkus yang lebih ramah kesehatan.
Namun di sisi lain, pendekatan ini dianggap lebih realistis. Daripada menunggu seluruh populasi berhenti merokok secara tiba-tiba, lebih baik memberi mereka jembatan menuju risiko yang lebih rendah, sambil tetap membuka jalan untuk berhenti total.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
