Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Mei 2025 | 16.54 WIB

Leher Pegal Setelah Makan Kambing Tanda Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?   

Sebuah acara mengusung tajuk Love The Beat di Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci pada Sabtu (24/5). (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Sebuah acara mengusung tajuk Love The Beat di Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci pada Sabtu (24/5). (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Seringkali kita mendengar pernyataan orang mengalami pegal atau sakit pada bagian leher setelah mengonsumsi daging kambing. Kondisi itu dikatakan sebagai pertanda kolesterol sedang tinggi di dalam tubuh. Benarkah demikian?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Siloam Hospitals Lippo Village Nicolaus Novian Dwiya Wahjoepramono mengatakan, kolesterol tinggi di dalam tubuh tidak memiliki tanda-tanda khusus. "Kolesterol tinggi tidak bergejala. Setelah makan kambing terus sakit leher, itu bukan karena kolesterol. Bisa saja karena salah bantal dll. Itu mitos," kata Nico dalam acara mengusung tajuk Love The Beat pada Sabtu (24/5)

Kolesterol tinggi di tubuh sama sekali tidak bergejala dan karenanya kerap disepelekan oleh banyak orang. Padahal, kolesterol tinggi bisa mengakibatkan penyakit yang sangat serius seperti stroke hingga jantung yang bisa mengakibatkan kematian.

Yang lebih menakutkan, kolesterol tinggi tidak hanya dialami oleh orang-orang yang sudah berusia lanjut. Kolesterol juga menjangkiti anak usia 15 tahu sampai 24 tahun. Ini berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) Kemenkes tahun 2023 dimana prevalensi kadar kolesterol total tinggi pada usia 15—24 tahun mencapai 7,8 persen. 

"Ini menunjukkan bahwa meskipun usia muda biasanya identik dengan kondisi kesehatan yang baik, ternyata memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Kalau anak umur 15 tahun sudah kolesterol, itu biasanya karena faktor keluarga," papar dokter Nico.

Dia pun merekomendasikan untuk melakukan tindakan pencegahan guna menghindari kolesterol tinggi. Misalnya dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga 5 kali seminggu, jangan sampai terlalu gemuk, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, memperbanyak makan sayuran segar, dan lain-lain.

"Vape sama saja dengan rokok biasa. Malah kadang karena merasa lebih sehat, lebih banyak pakainya. Dampaknya malah lebih parah," papar dr. Nico.

Berdasarkan data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Kemenkes tahun 2018, kardiovaskular merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Prevalensi penyakit jantung di Indonesia mencapai 1,5 persen pada penduduk semua usia. Hal itu berarti, diantara 100 orang dari semua usia, sekitar 1,5 persen menderita penyakit jantung. 

Prevalensi Penyakit Jantung Koroner (PJK) di Indonesia berdasarkan estimasi jumlah pada jenis kelamin, sekitar 352.618 (laki-laki) dan 442.674 (perempuan). Berdasarkan kelompok usia, prevalensi tertinggi yaitu pada populasi usia 65—74 tahun (3,6 persen). Itu  berarti bahwa di antara 100 orang, sebanyak 3,6-nya menderita PJK.

Melihat begitu bahayanya kolesterol tinggi untuk kesehatan, Kalbe bekerja sama dengan beberapa perkantoran di Jabodetabek melaksanakan kegiatan Love The Beat secara office to office untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan kardiovaskular di kalangan pekerja. 

Inisiatif ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kepedulian para pekerja kantoran untuk lebih memperhatikan kesehatan. Apalagi banyak pekerja kantoran yang memiliki angka kolesterol tinggi karena gaya hidup dan pola makan yang kurang sehat.

"Kalbe mengusung edukasi kesehatan bertema 'Love The Beat: Dampak Kolesterol terhadap Kualitas Hidup' yang diadakan di rumah sakit maupun perkantoran. Ini bentuk inisiatif dan komitmen Kalbe dalam turut serta mengatasi permasalahan kesehatan kardiovaskular, terutama kolesterol tinggi di Indonesia, demi meningkatkan kualitas hidup," kata Group Product Manager PT Kalbe Farma Tbk, apt. Tekla Rosa Oktivia.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore