Ilustrasi multivitamin. Multivitamin sebaiknya dikonsumsi rutin saat sehat bukan ketika sakit saja.
Vitamin memiliki peran penting untuk menjaga fungsi tubuh berjalan optimal. Meski bisa didapat dari makanan, tak jarang seseorang membutuhkan tambahan vitamin dari suplemen, apalagi dalam kondisi tertentu. Kenali fungsi tiap vitamin, dosis yang dibutuhkan, dan waktu konsumsi terbaik.
Umumnya semua vitamin diperlukan tubuh sesuai dengan rekomendasi kebutuhan harian. Vitamin A misalnya, dikenal penting untuk menjaga kesehatan mata, mendukung pertumbuhan, serta meningkatkan sistem imun. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan gangguan penglihatan, kulit kering dan bersisik, hingga gangguan pertumbuhan. Dosis harian yang disarankan sekitar 700–900 mcg untuk dewasa.
"Vitamin B kompleks punya peran besar terhadap fungsi saraf, otot, serta produksi sel darah merah. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan kelemahan, kesemutan, hingga anemia," ungkap dr Karina Aprilia Wirajaya.
Kebutuhan hariannya bervariasi. Misalnya vitamin B1 sekitar 1,1–1,2 mg dan B12 sekitar 2,4 mcg per hari untuk orang dewasa. Sementara rekomendasi harian vitamin C untuk dewasa sekitar 75–90 mg.
"Vitamin C berperan sebagai antioksidan dan pendukung sistem imun. Ia juga membantu pembentukan kolagen dan penyerapan zat besi. Saat tubuh kekurangan vitamin C, luka jadi sulit sembuh dan bisa timbul nyeri sendi," imbuh dokter MCU National Hospital Surabaya.
Untuk menjaga kesehatan kulit serta jaringan tubuh, perlu vitamin E. Kurangnya vitamin ini bisa berdampak pada sistem imun dan kondisi kulit. Sementara vitamin K berperan dalam proses pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang. Dosis harian untuk vitamin E sekitar 15 mg, dan vitamin K sekitar 90–120 mcg.
Lalu, kapan waktu yang tepat untuk minum vitamin? Menurut dokter Karina, vitamin yang larut lemak seperti A, D, E, dan K sebaiknya diminum setelah makan makanan berlemak agar penyerapannya optimal. Untuk vitamin larut air seperti C dan B kompleks bisa dikonsumsi setelah sarapan ringan.
“Multivitamin biasanya diminum setelah makan untuk menghindari mual atau iritasi lambung, terutama pada orang yang pencernaannya sensitif,” jelasnya.
Namun penting diketahui bahwa kebutuhan vitamin tidak sama untuk semua orang. Usia, jenis kelamin, kondisi medis, hingga pola makan sangat memengaruhi kebutuhan harian. Oleh karena itu, membaca label dan mematuhi dosis anjuran sangat penting.
Jika dikonsumsi berlebihan, vitamin juga bisa berdampak negatif. “Beberapa vitamin, terutama yang larut lemak, dapat menumpuk dalam tubuh dan menimbulkan efek toksik jika dikonsumsi terus-menerus tanpa kontrol,” ujar dokter Karina.
Untuk vitamin D misalnya, sangat disarankan untuk dicek kadarnya secara berkala lewat pemeriksaan darah agar tidak terjadi overdosis. “Ini berlaku terutama bagi yang mengonsumsi rutin dalam jangka panjang,” imbuhnya.
Baca Juga: Mengenal Manfaat dan Nutrisi Cabai Rawit bagi Kesehatan, Salah Satunya Kaya Akan VItamin B Kompleks
Minum suplemen vitamin harian kini jadi kebiasaan banyak orang. Namun dokter Karina mengingatkan, konsumsi suplemen sebaiknya tidak dilakukan sembarangan. "Tidak semua orang perlu vitamin tambahan setiap hari. Jika pola makan kita sudah sehat dan beragam, kebutuhan vitamin harian bisa tercukupi dari makanan," jelasnya.
Ia menegaskan bahwa konsumsi vitamin tambahan hanya diperlukan dalam kondisi tertentu, seperti anemia, pascaoperasi, kehamilan, usia lanjut, atau gangguan pencernaan. Karina menyarankan masyarakat melakukan konsultasi dulu ke dokter atau ahli gizi sebelum memulai konsumsi suplemen, terutama untuk jangka panjang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
