
Hormon stres yang berlebihan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. (Freepik)
JawaPos.com - Setiap orang memiliki kadar kortisol yang berfluktuasi sepanjang hari sebagai respons alami tubuh terhadap ancaman atau situasi berbahaya. Namun, ketika tubuh secara konsisten memproduksi terlalu banyak kortisol, hal tersebut dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan serius.
Dilansir dari Healthline, kortisol dikenal sebagai hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Hormon ini memainkan peran penting dalam mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk respons stres, metabolisme, tekanan darah, dan sistem kekebalan tubuh.
Akan tetapi, kadar kortisol yang terlalu tinggi dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.
Gejala Tingginya Kadar Kortisol
Kadar kortisol yang tinggi dapat memicu berbagai gejala, tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Beberapa gejala umum yang sering muncul antara lain:
Penyebab Tingginya Kadar Kortisol
Peningkatan kadar kortisol bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Stres
Stres merupakan salah satu penyebab utama tingginya kadar kortisol. Ketika seseorang berada dalam kondisi stres, tubuh akan melepaskan sinyal yang memicu kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon, termasuk kortisol.
Kondisi ini dikenal sebagai respons "fight or flight" yang mempersiapkan tubuh menghadapi situasi berbahaya. Namun, jika stres berlangsung lama, kadar kortisol tetap tinggi dan berdampak buruk pada kesehatan.
2. Gangguan pada Kelenjar Pituitari
Kelenjar pituitari yang terletak di dasar otak dikenal sebagai kelenjar utama karena berperan dalam mengontrol banyak fungsi tubuh melalui pelepasan hormon. Jika kelenjar ini mengalami gangguan, seperti adanya tumor, maka produksi hormon Adrenocorticotropic (ACTH) dapat meningkat dan memicu kelenjar adrenal menghasilkan lebih banyak kortisol.
Baca Juga: 9 Jenis Olahraga yang Aman Bagi Penderita Asma, Lengkap dengan Tips Agar Tidak Sesak Napas
3. Tumor pada Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal yang terletak di atas ginjal dapat mengalami pertumbuhan tumor baik jinak (non-kanker) maupun ganas (kanker). Kedua jenis tumor ini bisa menyebabkan produksi kortisol berlebihan. Gejala tambahan yang mungkin muncul meliputi rasa penuh atau nyeri di area perut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
