Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 16.49 WIB

Mengenal Gangguan Keseimbangan: Saat Dunia Terasa Berputar, Sering Merasakannya?

Ilustrasi seorang perempuan mengalami vertigo. (Istimewa) - Image

Ilustrasi seorang perempuan mengalami vertigo. (Istimewa)

JawaPos.com - Pernah merasa ruangan seakan berputar padahal kamu diam saja? Atau tiba-tiba limbung saat berjalan? Bisa jadi itu tanda gangguan keseimbangan.

Gangguan ini bikin kamu merasa pusing, oleng, atau seolah mau jatuh, walaupun sedang duduk atau berdiri diam. Beberapa orang merasa seperti melayang, sementara yang lain mengalami vertigo—sensasi berputar yang cukup intens.

Dikutip dari National Institute on Deafness and Other Communication Disorder, Jumat (11/4), berikut adalah beberapa hal yang perlu kamu tahu soal gangguan keseimbangan.

Gejala Umum

Gejala gangguan keseimbangan bisa bermacam-macam, antara lain:
- Pusing atau vertigo
- Sulit berjalan lurus
- Terasa akan jatuh
- Penglihatan kabur
- Bingung atau disorientasi
- Mual, muntah, jantung berdebar, hingga rasa cemas
- Gejala bisa muncul sebentar atau berlangsung lama, dan berisiko bikin depresi atau kelelahan.

Penyebabnya Apa Sih?

Penyebab gangguan keseimbangan bisa karena beberapa hal sebagai berikut.
- Infeksi telinga
- Cedera kepala
- Obat-obatan tertentu
- Tekanan darah rendah
- Masalah otot, mata, atau sistem saraf
- Usia juga berperan—semakin tua, risiko makin besar.

Cara Tubuh Menjaga Keseimbangan

Tubuh kita mengandalkan kerja sama antara telinga bagian dalam, mata, dan sensor di kaki. Telinga punya sistem yang disebut vestibular, terdiri dari kanal-kanal kecil berisi cairan dan sensor, yang memberi tahu otak saat kita bergerak atau mengubah posisi kepala.

Ada juga struktur bernama utrikulus dan sakulus yang membantu otak tahu apakah kita berdiri, duduk, atau sedang miring.

Jenis-Jenis Gangguan Keseimbangan

Beberapa yang sering terjadi pada orang yang mengalami gangguan keseimbangan adalah:

BPPV: Vertigo singkat saat posisi kepala berubah
Labirinitis: Peradangan telinga dalam karena infeksi
Penyakit Ménière: Vertigo disertai gangguan pendengaran dan telinga berdengung
Neuronitis vestibular: Peradangan saraf vestibular
Fistula perilimfe: Kebocoran cairan dari telinga dalam ke tengah
MdDS: Merasa bergoyang setelah naik kapal atau treadmill

Diagnosis dan Pengobatan

Menentukan penyebab gangguan keseimbangan butuh pemeriksaan dokter spesialis THT atau audiologis. Pemeriksaan bisa meliputi tes pendengaran, gerak mata, hingga pencitraan otak.

Editor: Edy Pramana
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore