Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Maret 2025 | 20.18 WIB

Mitos atau Fakta: Kurang Tidur Sebabkan Penyakit Jantung? Ini Penjelasan Dokter Tirta

Ilustrasi tidur (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Tidur yang cukup sering dikaitkan dengan kesehatan yang optimal. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berdampak buruk pada tubuh, termasuk meningkatkan risiko penyakit jantung.

Namun, benarkah tidur yang kurang bisa langsung menyebabkan penyakit jantung? Banyak orang percaya demikian, tapi menurut Dokter Tirta, ada hal yang lebih penting dari sekadar durasi tidur.

Pentingnya Fase Deep Sleep

Menurut Dokter Tirta, yang menentukan kualitas tidur bukan hanya durasi, tetapi juga fase tidur yang dialami. Fase deep sleep merupakan tahap tidur yang paling penting bagi tubuh untuk memulihkan diri. Fase ini biasanya berlangsung antara satu setengah hingga tiga jam dalam satu siklus tidur.

Tidur Kurang dari 6 Jam, Berbahayakah?

Banyak orang khawatir jika tidur kurang dari enam jam setiap malam bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Dokter Tirta menjelaskan bahwa hal ini tidak selalu benar. Jika dalam enam jam tidur seseorang bisa mencapai deep sleep sebanyak dua kali, maka risiko terhadap kesehatan tidak terlalu tinggi. Dengan kata lain, kualitas tidur lebih penting daripada sekadar lamanya tidur.

Perbedaan Durasi Tidur Berdasarkan Usia

Kebutuhan tidur manusia berubah seiring bertambahnya usia. Anak-anak dan balita bisa membutuhkan tidur hingga 10 jam per malam. Namun, bagi orang dewasa di atas 30 tahun, durasi tidur yang ideal berkisar antara lima hingga tujuh jam. Hal ini terjadi karena komposisi otak berubah, sehingga area yang berperan dalam mengatur tidur juga mengalami penyesuaian.

Tidur Siang Bisa Jadi Solusi

Bagi mereka yang memiliki pekerjaan dengan jadwal malam, seperti pekerja shift atau tenaga kesehatan, tidur di pagi atau siang hari tetap bisa membantu tubuh beristirahat. Walaupun tidur siang mungkin tidak memberikan pemulihan tubuh secara maksimal, otak tetap memiliki kesempatan untuk beristirahat. Oleh karena itu, tidur di luar waktu malam tidak sepenuhnya buruk jika dilakukan dengan pola yang benar.

Bahaya Tidak Tidur Berhari-hari

Yang paling berbahaya bukanlah kurang tidur dalam satu malam, tetapi tidak tidur sama sekali dalam beberapa hari berturut-turut. Menurut Dokter Tirta, kondisi ini bisa meningkatkan risiko stroke dan gangguan kesehatan lainnya. Kurang tidur yang ekstrem menyebabkan stres pada tubuh dan mengganggu berbagai fungsi organ vital.

Lucid Dream dan Tidur Berkualitas

Banyak orang mengalami lucid dream atau mimpi sadar saat tidur. Namun, fase ini bukanlah deep sleep yang memberikan pemulihan maksimal. Deep sleep terjadi setelah tubuh benar-benar rileks dan mencapai tahap tidur paling dalam. Oleh karena itu, tidur yang sering terganggu oleh mimpi atau sering terbangun di tengah malam bisa mengurangi kualitas tidur secara keseluruhan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore