
Ilustrasi orang yang menderita penyakit akibat kondisi psikosomatik. (Freepik)
JawaPos.com – Psikosomatik berarti bahwa seseorang mengalami gejala fisik. Seperti sakit kepala atau nyeri tubuh, tetapi penyebabnya tidak dapat dijelaskan dengan masalah medis yang jelas.
Gejala ini lebih sering dipengaruhi oleh kondisi emosional atau mental, seperti stres, kecemasan, atau depresi.
Misalnya, seseorang yang mengalami tekanan emosional mungkin merasakan sakit perut tanpa ada masalah fisik yang mendasarinya.
Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pikiran dan emosi terhadap kesehatan fisik. Gangguan ini bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Mengutip dari Cleveland, gangguan psikosomatis muncul ketika stres dan ketegangan mental memicu atau memperparah masalah fisik serta indikasinya.
"Psiko" merujuk pada segala sesuatu yang berhubungan dengan pikiran. Sedangkan "somatik" berhubungan dengan tubuh.
Oleh karena itu, tenaga medis menyadari bahwa banyak penyakit fisik memiliki keterkaitan dengan aspek psikosomatis, dan stres sering kali memperburuk kondisi tersebut.
Untuk mengenal lebih jauh, berikut beberapa penyakit atau gejala fisik yang sering dikaitkan dengan kondisi psikosomatik yang dilansir dari laman Nine Vibe, diantaranya:
Stres kronis dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, yang ditandai dengan gejala seperti perut kembung, diare, atau sembelit. Pikiran yang stres mempengaruhi sistem pencernaan, mengganggu fungsi normalnya.
Kecemasan bisa menyebabkan sensasi nyeri di dada atau jantung yang akan berdebar-debar. Meskipun tidak ada masalah jantung yang serius, perasaan cemas dapat mengubah cara tubuh bereaksi dan menimbulkan gejala fisik yang tampaknya cukup berbahaya.
Stres atau serangan panik sering menyebabkan perasaan sesak napas. Ini terjadi karena rasa cemas dapat memicu otot pernapasan bekerja lebih keras, membuat seseorang merasa kesulitan bernapas.
Ketegangan pikiran sering berujung pada ketegangan otot di sekitar kepala dan leher, yang bisa menyebabkan sakit kepala atau migrain. Pikiran yang tegang atau stres dapat menyebabkan otot-otot tersebut menegang, yang kemudian memicu rasa sakit yang sangat menjengkelkan.
Masalah kulit seperti eksim, psoriasis, atau jerawat yang tiba-tiba bermunculan bisa jadi lebih buruk ketika seseorang berada dalam keadaan stres psikologisnya. Stres dapat memicu reaksi peradangan pada kulit, juga memperburuk kondisi yang ada.
Selain itu, ada juga gejala psikosomatik yang mungkin dialami seseorang. Gejala ini sering kali berupa keluhan fisik yang tidak memiliki penyebab medis yang jelas, tetapi muncul sebagai dampak dari faktor psikologis atau emosional. Berikut adalah beberapa contohnya:
Banyak orang mengalami nyeri fisik namun sering mengabaikannya, seperti nyeri punggung, nyeri sendi, atau nyeri otot, tanpa ada alasan medis yang jelas. Ini bisa disebabkan oleh stres atau masalah emosional yang tidak teratasi.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
