Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 14.08 WIB

Pikiran Negatif Bikin Tubuh Sakit, Kenali Penyakit-Penyakit Akibat Kondisi Psikosomatik dan Cara Mengobatinya

Ilustrasi orang yang menderita penyakit akibat kondisi psikosomatik. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang yang menderita penyakit akibat kondisi psikosomatik. (Freepik)

JawaPos.com – Psikosomatik berarti bahwa seseorang mengalami gejala fisik. Seperti sakit kepala atau nyeri tubuh, tetapi penyebabnya tidak dapat dijelaskan dengan masalah medis yang jelas.

Gejala ini lebih sering dipengaruhi oleh kondisi emosional atau mental, seperti stres, kecemasan, atau depresi.

Misalnya, seseorang yang mengalami tekanan emosional mungkin merasakan sakit perut tanpa ada masalah fisik yang mendasarinya.

Ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh pikiran dan emosi terhadap kesehatan fisik. Gangguan ini bisa terjadi pada siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Mengutip dari Cleveland, gangguan psikosomatis muncul ketika stres dan ketegangan mental memicu atau memperparah masalah fisik serta indikasinya.

"Psiko" merujuk pada segala sesuatu yang berhubungan dengan pikiran. Sedangkan "somatik" berhubungan dengan tubuh.

Oleh karena itu, tenaga medis menyadari bahwa banyak penyakit fisik memiliki keterkaitan dengan aspek psikosomatis, dan stres sering kali memperburuk kondisi tersebut.

Untuk mengenal lebih jauh, berikut beberapa penyakit atau gejala fisik yang sering dikaitkan dengan kondisi psikosomatik yang dilansir dari laman Nine Vibe, diantaranya:

  1. Gangguan pencernaan

Stres kronis dapat menyebabkan sindrom iritasi usus besar, yang ditandai dengan gejala seperti perut kembung, diare, atau sembelit. Pikiran yang stres mempengaruhi sistem pencernaan, mengganggu fungsi normalnya.

  1. Nyeri dada atau jantung berdebar

Kecemasan bisa menyebabkan sensasi nyeri di dada atau jantung yang akan berdebar-debar. Meskipun tidak ada masalah jantung yang serius, perasaan cemas dapat mengubah cara tubuh bereaksi dan menimbulkan gejala fisik yang tampaknya cukup berbahaya.

  1. Gangguan pernapasan

Stres atau serangan panik sering menyebabkan perasaan sesak napas. Ini terjadi karena rasa cemas dapat memicu otot pernapasan bekerja lebih keras, membuat seseorang merasa kesulitan bernapas.

  1. Sakit kepala atau migrain

Ketegangan pikiran sering berujung pada ketegangan otot di sekitar kepala dan leher, yang bisa menyebabkan sakit kepala atau migrain. Pikiran yang tegang atau stres dapat menyebabkan otot-otot tersebut menegang, yang kemudian memicu rasa sakit yang sangat menjengkelkan.

  1. Masalah kulit

Masalah kulit seperti eksim, psoriasis, atau jerawat yang tiba-tiba bermunculan bisa jadi lebih buruk ketika seseorang berada dalam keadaan stres psikologisnya. Stres dapat memicu reaksi peradangan pada kulit, juga memperburuk kondisi yang ada.

Selain itu, ada juga gejala psikosomatik yang mungkin dialami seseorang. Gejala ini sering kali berupa keluhan fisik yang tidak memiliki penyebab medis yang jelas, tetapi muncul sebagai dampak dari faktor psikologis atau emosional. Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. Nyeri tubuh yang tidak diketahui penyebabnya

Banyak orang mengalami nyeri fisik namun sering mengabaikannya, seperti nyeri punggung, nyeri sendi, atau nyeri otot, tanpa ada alasan medis yang jelas. Ini bisa disebabkan oleh stres atau masalah emosional yang tidak teratasi.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore