Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 Januari 2025 | 17.26 WIB

8 Fakta Perempuan Lebih Rentan Depresi di Lingkungan Kerja Dibanding Laki-Laki

Ilustrasi, depresi dan anxiety yang termasuk dalam jenis disabilitas. (Freepik/ freepik) - Image

Ilustrasi, depresi dan anxiety yang termasuk dalam jenis disabilitas. (Freepik/ freepik)

JawaPos.com - Dunia kerja modern dengan segala dinamika dan tuntutannya dapat menjadi sumber stres bagi siapa pun. Namun, penelitian menunjukkan bahwa perempuan cenderung lebih rentan mengalami depresi di lingkungan kerja dibandingkan laki-laki.

Fenomena ini menarik perhatian para ahli psikologi dan kesehatan mental. Para ahli psikologi dan kesehatan mental mendorong upaya untuk memahami faktor-faktor yang mendasarinya dan mencari solusi yang efektif.

Berikut beberapa faktor yang berkontribusi pada kerentanan perempuan terhadap depresi di lingkungan kerja:

1. Beban Ganda dan Peran Tradisional

Perempuan seringkali memikul beban ganda, yaitu tanggung jawab profesional di tempat kerja dan tanggung jawab domestik di rumah. Peran tradisional sebagai pengurus rumah tangga dan pengasuh anak masih melekat kuat pada sebagian masyarakat, menambah tekanan bagi perempuan yang juga berkarir.

Tuntutan untuk menyeimbangkan kedua peran ini dapat menimbulkan stres berkepanjangan dan meningkatkan risiko depresi. Tekanan ini dapat berupa ekspektasi sosial, pembagian kerja yang tidak setara di rumah, atau kurangnya dukungan dari pasangan dan keluarga.

Beban ganda ini dapat memicu konflik peran, kelelahan emosional, dan perasaan bersalah karena merasa tidak mampu memenuhi semua tuntutan. Akibatnya, kesehatan mental perempuan menjadi taruhannya.

2. Diskriminasi dan Ketidaksetaraan Gender

Di banyak tempat kerja, perempuan masih menghadapi diskriminasi dan ketidaksetaraan gender. Hal ini dapat berupa perbedaan gaji untuk pekerjaan yang sama, kurangnya kesempatan promosi, pelecehan seksual, atau komentar-komentar seksis. Pengalaman-pengalaman negatif ini dapat merusak kepercayaan diri, memicu stres, dan meningkatkan risiko depresi. Lingkungan kerja yang tidak inklusif dan tidak menghargai keberagaman juga dapat memperburuk kondisi ini.

Diskriminasi dan ketidaksetaraan gender menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan tidak adil bagi perempuan. Hal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental individu, tetapi juga pada kinerja dan produktivitas secara keseluruhan.

3. Tekanan untuk Memenuhi Standar Ganda

Perempuan seringkali menghadapi standar ganda di tempat kerja. Mereka dituntut untuk bekerja sekeras laki-laki, tetapi juga diharapkan untuk tetap feminin dan menyenangkan.

Tekanan untuk memenuhi ekspektasi yang bertentangan ini dapat menimbulkan stres dan kebingungan. Perempuan mungkin merasa harus menyembunyikan emosi atau karakteristik tertentu agar diterima di lingkungan kerja yang didominasi laki-laki.

Tekanan ini dapat menyebabkan perempuan merasa tidak autentik dan tidak dihargai di tempat kerja. Hal ini juga dapat memicu perasaan cemas, rendah diri, dan depresi.

4. Perubahan Hormonal

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore