Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Desember 2024 | 16.09 WIB

7 Rahasia Atasi Mata Lelah Akibat Layar, Temukan Solusi Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Mata Sepanjang Hari

Ilustrasi mata lelah. (Freepik) - Image

Ilustrasi mata lelah. (Freepik)

JawaPos.com–Menatap layar terlalu lama sering menjadi penyebab utama mata terasa lelah dan kering. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan tepat.

Mata lelah atau digital eye strain adalah kondisi ketika mata terasa tegang, nyeri, atau tidak nyaman setelah melihat layar dalam waktu lama. Gejala ini sering diakibatkan oleh kurangnya kedipan mata selama fokus pada perangkat elektronik.

Mengenali penyebab dan gejala mata lelah penting untuk menjaga fungsi penglihatan tetap optimal. Langkah pencegahan dapat mengurangi risiko gangguan mata yang lebih serius di kemudian hari. Berikut tujuh rahasia atasi mata lelah akibat layar dengan solusi sederhana untuk menjaga kesehatan mata sepanjang hari dilansir dari laman Newsinhealth.

  1. Penyebab Mata Lelah Berlebihan

Mata lelah terjadi akibat durasi penggunaan perangkat elektronik yang terlalu panjang tanpa jeda. Kedipan mata berkurang secara signifikan saat seseorang fokus menatap layar, menyebabkan permukaan mata menjadi kering.

Lingkungan dengan pencahayaan tidak ideal, seperti terlalu terang atau terlalu redup, juga dapat memperparah kondisi ini. Posisi layar yang tidak sejajar dengan mata meningkatkan ketegangan pada otot leher dan mata.

Faktor tambahan, seperti penuaan dan kondisi medis tertentu, semakin memperbesar resiko terjadinya mata lelah. Pola kerja modern yang bergantung pada perangkat elektronik menjadi salah satu pemicu utama.

  1. Dampak Kekeringan pada Mata

Kekeringan mata dapat menyebabkan sensasi terbakar, kemerahan, dan rasa seperti ada benda asing di dalam mata. Ventilasi udara langsung dari kipas atau AC sering memperburuk gejala ini.

Lensa kontak, terutama jika digunakan dalam waktu lama, membuat mata lebih mudah kehilangan kelembaban alami. Lingkungan berasap atau berdebu menambah iritasi pada mata yang sudah kering.

Dalam kasus tertentu, kekeringan yang tidak segera diatasi dapat memicu infeksi ringan hingga berat. Memahami penyebab kekeringan menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan mata.

  1. Efek Penuaan pada Mata

Seiring bertambahnya usia, kemampuan mata untuk fokus pada objek dekat menurun secara alami. Presbiopia adalah salah satu dampak yang sering dialami setelah usia 40 tahun.

Kondisi ini membuat mata harus bekerja lebih keras untuk membaca atau melihat objek kecil. Ketegangan akibat kerja otot yang berlebihan menyebabkan mata terasa nyeri atau cepat lelah.

Pada tahap tertentu, penggunaan kacamata baca menjadi solusi untuk mempermudah aktivitas sehari-hari. Perubahan ini termasuk dalam proses alami penuaan yang tidak dapat dihindari.

  1. Pengaruh Layar pada Anak-Anak

Anak-anak rentan mengalami mata lelah karena intensitas penggunaan perangkat elektronik yang tinggi. Rabun jauh pada anak semakin meningkat akibat berkurangnya aktivitas di luar ruangan.

Kebiasaan ini juga memperlambat perkembangan otot mata yang seharusnya beradaptasi dengan jarak jauh. Anak mungkin menunjukkan gejala seperti sering mengucek mata atau mengeluh sakit kepala.

Paparan layar juga menurunkan waktu tidur anak, mempengaruhi kesehatan mata. Aktivitas fisik di luar ruangan menjadi cara efektif untuk menyeimbangkan penggunaan perangkat elektronik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore