
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Mohammad Syahril. Kemenkes membantah pernyataan bahwa pandemi Covid-19 merupakan rekayasa. (ANTARA/Andi Firdaus)
JawaPos.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah pernyataan bahwa pandemi Covid-19 merupakan rekayasa. Narasi itu kembali muncul usai diucapkan oleh Calon Gubernur Jakarta nomor urut 2 Dharma Pongrekun dalam sesi debat perdana Pilgub Jakarta.
Juru Bicara Kemenkes RI Mohammad Syahril menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan Covid-19 sebagai rekayasa adalah informasi yang tidak benar. Sebab, pandemi Covid-19 melanda hampir seluruh negara di dunia, bukan hanya di Indonesia.
“Tidak benar dan tidak ada bukti yang mengatakan seperti itu. Karena masalah pandemi Covid-19 ini di tingkat internasional, bukan masalah Indonesia saja,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (22/10).
Menurut Syahril, hal penting yang harus disyukuri saat ini adalah bahwa Indonesia telah berhasil menangani pandemi Covid-19.
“Pandemi sudah lewat, statusnya (darurat kesehatan global untuk Covid-19) telah dicabut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). WHO juga menyatakan, pandemi berakhir,” tuturnya.
“Sudah tidak ada pada waktunya lagi dikatakan, kalau pandemi Covid-19 itu sesuatu yang direkayasa. Kita akhirnya dapat melewati masa pandemi dan alhamdulillah, kita bisa menyelesaikan itu dengan baik," sambung Syahril.
Berdasarkan data WHO, lebih dari 760 juta kasus dan 6,9 juta kematian akibat Covid-19 telah tercatat di seluruh dunia sejak Desember 2019. Lebih dari 13 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diberikan hingga Juni 2023.
Laporan World Health Statistics 2024: Monitoring Health for the SDGs, Sustainable Development Goals, yang diterbitkan WHO pada 24 Mei 2024, mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 memengaruhi tren harapan hidup saat lahir dan harapan hidup sehat saat lahir. Harapan hidup menurun, kembali ke tingkat jauh sebelum pandemi terjadi.
Sebelumnya, Calon Gubernur Jakarta nomor urut 2 Dharma Pongrekun menyebut bahwa pandemi Covid-19 merupakan rekayasa.
“Saya biasa melihat yang tersirat jadi kita waspada dari isu yang ada apakah itu genuine (asli) atau infiltrasi asing mengambil kedaulatan bangsa lewat isu kesehatan dan mengancam keselamatan masyarakat,” ujar Dharma.
Menurutnya pandemi covid-19 adalah agenda terselubung untuk mengambil kedaulatan negara Republik Indonesia. Sehingga menurutnya terlihat pandemi Covid-19 mengada-ada. Bahkan dia menyebut bahwa Tes polymerase chain reaction atau PCR yang dipakai selama ini bukan untuk mendeteksi Covid-19.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
