Dan memang, memilih obat OTC yang tepat itu keharusan karena ada banyak jenisnya yang mesti dipilih berdasarkan jenis batuk yang Anda alami. Oleh karena itu, sebelum memilih obat batuk OTC yang hendak dikonsumsi, pastikan Anda sudah mengidentifikasi dahulu jenis batuk.
1. Batuk kering
Batuk kering ini menghasilkan sedikit atau tidak ada lendir sama sekali. Orang yang rentan terhadap batuk kering sering merasakan sedikit 'geli' di tenggorokan mereka mungkin mengalami batuk yang sering.
2. Batuk basah
Batuk basah yang dikenal dengan batuk berdahak ini menghasilkan lendir atau dahak. Batuk basah membantu mengeluarkan lendir berlebih dari saluran udara dan paru-paru, mencegah penumpukan yang dapat memengaruhi pernapasan Anda. Batuk basah biasanya disertai dengan suara berderak atau mengi.
3. Batuk akut
Batuk akut biasanya berlangsung antara dua dan tiga minggu. Bronkitis akut, yang juga disebut flu dada, merupakan penyebab umum batuk akut.
4. Batuk kronis
Lebih lama dari batuk akut, batuk kornis berlangsung selama delapan minggu atau lebih. Batuk yang terus-menerus dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari dan mengurangi kualitas tidur Anda.
Sekitar 90 persen dari semua batuk kronis disebabkan oleh asma, postnasal drip, atau refluks asam, sementara penyebab yang lebih jarang meliputi penyakit paru-paru, infeksi, dan efek samping obat-obatan tertentu.
Nah, setelah mengetahui jenis batuk yang Anda alami, kini Anda bisa bertanya kepada dokter atau apoteker untuk merekomendasikan obat yang tepat untuk batuk Anda.
Berikut ini adalah tiga kategori obat batuk yang tersedia, dikutip dari Life Md, Rabu (9/10).
1. Ekspektoran
Obat batuk OTC ekspektoran biasanya digunakan saat Anda mengalami batuk basah atau berdahak. Ekspektoran mengencerkan lendir dan mengencerkan dahak, sehingga lebih mudah dikeluarkan oleh tubuh. Ekspektoran dapat meredakan gejala batuk basah dan membersihkan saluran pernapasan, sehingga lebih mudah bernapas.
2. Penekan Batuk
Penekan batuk memiliki fungsi sesuai dengan namanya, yaitu menekan batuk. Obat penekan batuk umumnya digunakan untuk batuk kering, tetapi orang dengan batuk basah kronis juga dapat menggunakannya meskipun ini dapat menyebabkan penumpukan lendir dan kesulitan bernapas.
3. Obat kombinasi
Beberapa obat batuk mengandung ekspektoran dan penekan — keduanya dikenal sebagai obat kombinasi. Perawatan ini menargetkan beberapa gejala. Misalnya, jika Anda mengobati alergi tetapi juga mengatasi gejala batuk dan pilek, Anda akan menggunakan obat kombinasi. Beberapa bahan aktif lain yang ditemukan dalam obat batuk kombinasi meliputi obat penghilang rasa sakit, antihistamin, dan dekongestan.