
ilustrasi hamil.
JawaPos.com - Kehamilan adalah masa yang penuh dengan harapan sekaligus tantangan bagi calon orang tua. Sayangnya, banyak mitos yang beredar di masyarakat dan sering kali membingungkan atau bahkan menimbulkan kecemasan.
Mitos-mitos itu biasanya diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak selalu didasarkan pada fakta ilmiah. Memahami perbedaan antara mitos dan fakta selama masa kehamilan sangat penting, agar calon ibu dapat menjaga kesehatan diri dan janin dengan lebih baik.
Dilansir dari uhhospital.org dan tommys.org, terdapat beberapa mitos populer tentang kehamilan sebagai berikut:
1. Ibu hamil tidak boleh mewarnai rambut
Mewarnai rambut selama kehamilan umumnya dianggap aman dan tidak masalah selama dilakukan dengan hati-hati. Beberapa ahli menyarankan untuk menunda pewarnaan rambut hingga trimester pertama selesai, karena pada tahap ini janin sedang mengalami perkembangan organ yang sangat pesat sehingga disarankan untuk lebih hati-hati dalam penggunaan bahan kimia. Alasan lain, pemilihan produk pewarna rambut juga sangat penting.
Sebaiknya, pilih produk yang khusus diformulasikan untuk ibu hamil dan memiliki kandungan bahan kimia yang minimal. Meskipun demikian, banyak ibu hamil yang tetap merasa khawatir dan memilih untuk menghindari pewarnaan rambut selama kehamilan.
2. Tidak boleh berhubungan intim selama kehamilan
Selama kehamilan berlangsung normal, berhubungan intim umumnya aman dilakukan oleh pasangan suami istri dan tidak membahayakan janin. Mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil dilarang berhubungan intim seringkali didasarkan pada kekhawatiran yang tidak berdasar. Bahkan, berhubungan suami istri saat hamil dapat memberikan beberapa manfaat, seperti meningkatkan keintiman dengan pasangan dan membantu mengurangi stres.
Ada beberapa kondisi tertentu, seperti pendarahan vagina, ketuban pecah, atau plasenta previa, yang dapat membuat hubungan seksual menjadi tidak disarankan. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk berhubungan seksual selama kehamilan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk memastikan.
3. Tidak aman mengulurkan tangan ke atas kepala saat hamil
Mitos yang mengatakan bahwa mengulurkan tangan ke atas kepala saat hamil dapat menyebabkan tali pusar melilit leher bayi adalah tidak berdasar. Tali pusar memang bisa melilit leher bayi, namun ini terjadi secara alami akibat pergerakan bayi di dalam kandungan, bukan karena aktivitas ibu.
Meskipun terdengar menakutkan, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan seringkali dapat dengan mudah diatasi saat persalinan. Faktanya, sekitar 4 dari 10 bayi lahir dengan tali pusar melilit lehernya, dan sebagian besar tidak mengalami komplikasi. Oleh karena itu, ibu hamil tidak perlu khawatir berlebihan mengenai hal ini dan dapat lebih fokus pada menjaga kesehatan selama kehamilan.
4. Makan saat hamil berarti makan untuk dua orang
Kalimat "makan untuk dua orang" adalah mitos yang seringkali dipercaya oleh ibu hamil. Anggapan ini menyarankan bahwa ibu hamil harus mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sangat banyak. Padahal, kebutuhan nutrisi ibu hamil memang meningkat, tetapi tidak berarti harus makan dua kali lipat dari biasanya. Mengonsumsi makanan berlebihan justru dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang tidak sehat dan meningkatkan risiko komplikasi kehamilan.
Yang benar adalah ibu hamil hanya perlu menambah asupan kalori sekitar 300 kalori per hari dan lebih fokus pada kualitas nutrisi makanan yang dikonsumsi. Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan panduan yang tepat mengenai pola makan selama kehamilan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
