Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 September 2024 | 16.43 WIB

Pentingnya Memahami Bahaya Mikroplastik Bagi Kesehatan dan Dampak Pada Lingkungan, Begini Tips Untuk Mengatasinya!

Ilustrasi Bahaya Mikroplastik Bagi Kesehatan dan Dampak Pada Lingkungan. (Freepik) - Image

Ilustrasi Bahaya Mikroplastik Bagi Kesehatan dan Dampak Pada Lingkungan. (Freepik)

JawaPos.Com - Masalah pada lingkungan saat ini terjadi atas dampaknya penyebaran dari sampah yang berukuran sangat kecil, salah satunya Mikroplastik.

Mikroplastik adalah partikel plastik yang berukuran sangat kecil yang tersebar luas di lingkungan dan bisa masuk ke tubuh manusia.

Bahaya utamanya adalah dampak dari kesehatan dan kerusakan ekosistem. ukuran dari partikel plastik ini berukuran kurang dari 5 mm, yang dapat ditemukan dimana saja di laut, tanah, bahkan makanan yang kita konsumsi. 

Menurut United Nations Environment Programme dari noaa.gov, Mikroplastik pada dasarnya sudah muncul semenjak lima puluh tahun lalu di dalam produk perawatan tubuh. Dihasilkan dari pembuatan serta pemakaian beberapa produk yang berbahan plastik. 

Bahayanya dari potongan-potongan plastik kecil ini penelitian telah menghubungkan polutan ini dengan berbagai penyakit jantung , gangguan paru-paru , dan masalah kesehatan yang lebih mengkhawatirkan. Bahkan sampai menyerang sistem pencernaan sampai gangguan hormonal yang mengandung bahan kimia berbahaya. 

Hal ini, pentingnya untuk mengurangi paparan mikroplastik, inilah tips penting untuk mencegah penyebaran luas dari mikroplastik.

  1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Salah satu cara paling efektif dalam mengurangi pencemaran mikroplastik dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Dengan mengubah kebiasaan saat berbelanja atau membawa barang dengan menggunakan tas sendiri, membawa botol isi ulang, dan hindari produk kemasan dalam plastik. Pemerintah Indonesia telah menerapkan melarang penggunaan belanja menggunakan kantong plastik sekali pakai. 

  1. Melakukan Pemilahan Sampah

Pemilahan sampah adalah langkah terbaik sebelum diolah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pemilahan sampah ini telah dilakukan dengan penyortiran sampah dari sampah Organik, Anorganik hingga sampah yang dapat di daur ulang (Recycling). 

Penyortiran sampah rumah tangga menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik, yaitu sisa-sisa makan, sedangkan sampah anorganik berbahan plastik, kertas, elektronik, kaleng, dan beling. 

  1. Salurkan Sampah Plastik Daur Ulang ke Bank Sampah

Bank Sampah adalah solusi tepat untuk menjelaskan kepada masyarakat pentingnya untuk daur ulang kembali sampah plastik. Sampah Plastik Jenis yang dapat disortir ke bank sampah berupa jenis PET atau Polyethylene Terephthalate, merupakan jenis sampah plastik yang teridentifikasi biasanya di bagian sisi bawah pada botol atau kemasan yang bertulisan PET dengan kode angka 1. 

selain mudah didaur ulang, Plastik ini dapat dijadikan produk turunan seperti barang yang dapat bernilai mutu tinggi. masyarakat juga bisa mengumpulkan plastik ini baik bekas konsumsi maupun bagian rumah tangga dapat disalurkan ke bank sampah. sehingga, hasil yang didapatkan pengumpulan tersebut menjadi sebuah hadiah berupa poin atau diuangkan. 

  1. Menggunakan Produk yang Berbahan Alami

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore