
Ilustrasi seseorang sedang mengalami pusing dalam perjalanan. (freepik)
JawaPos.com–Ketika melakukan perjalanan panjang, mungkin akan melewati terlalu banyak tikungan. Hal yang sama juga kemungkinan akan Anda rasakan ketika menaiki kapal yang sedang bergoyang di tengah lautan. Ketika hal itu terjadi, beberapa orang akan merasakan sakit kepala dan mual.
Mengutip Right as Rain by UW Medicine, beberapa cara ini bisa dicoba untuk Anda yang ingin mengatasi mabuk perjalanan.
Apa yang menyebabkan mabuk perjalanan?
Seseorang biasanya akan bisa mengalami perasaan cemas, pusing, dan bahkan terasa mual, ketika dalam keadaan naik mobil atau bus di jalan yang berkelok-kelok, naik kapal yang bergelombang, bahkan ketika naik pesawat. Kemungkinan mabuk juga bisa Anda alami setelah naik wahana permainan.
Ahli THT di UW Medical Center Montlake Clifford Hume menjelaskan, salah satu sistem sensorik dalam tubuh manusia, telinga bagian dalam (vestibular), membantu mendeteksi gerakan dan perubahan gerakan kepala. Saat dikoordinasikan dengan indra lain, organ ini akan mengirimkan sinyal ke otak untuk membantu Anda menjaga keseimbangan dan orientasi spasial. Ketika sistem sensorik ini menangkan kondisi bergoyang dalam perjalanan, tubuh Anda akan merasakannya.
”Mabuk perjalanan diperkirakan terjadi ketika ada konflik antara informasi yang diberikan oleh sistem sensorik yang berbeda, atau tidak sesuai dengan ekspektasi kita terkait gerakan,” kata Hume.
Beberapa orang lebih cenderung mengalami mabuk perjalanan daripada yang lain karena alasan yang belum sepenuhnya dipahami. Hal ini diyakini dipengaruhi kombinasi beberapa faktor. Termasuk usia, genetika, sensitivitas telinga bagian dalam, pengalaman mabuk perjalanan sebelumnya, dan perbedaan individu dalam pemrosesan sensorik. ”Perempuan dan anak kecil cenderung paling rentan,” lanjut Hume.
Cara mengobati mabuk perjalanan
Jika Anda merupakan tipe orang yang mudah pusing ketika perjalanan, mintalah kepada rekan perjalanan untuk dapat duduk di posisi di mana Anda bisa melihat arah perjalanan dan pemandangan. Cobalah untuk mengantisipasi setiap belokan di jalan seolah-olah Anda sedang menyetir sendiri.
Menghirup udara segar atau membuka jendela dapat meringankan gejala pada sebagian orang.
Berkonsentrasi pada objek yang stabil di kejauhan dapat membantu mengarahkan kembali indra dan mengurangi perasaan bergerak.
Ketika di perjalanan, usahakan untuk tidak mengosongkan pikiran Anda. Cobalah untuk banyak berbincang-bincang dengan rekan seperjalanan atau bahkan berkaraoke.
Obat-obatan yang dijual bebas seperti antihistamin (seperti Dramamine atau Antivert) atau obat resep seperti koyo skopolamin dapat mencegah gejala mabuk perjalanan. Obat-obatan ini sering kali menyebabkan rasa kantuk, mata kering, dan mulut kering sebagai efek samping. Berikan obat anti mabuk perjalanan untuk anak-anak dan jika Anda sedang hamil, pastikan untuk berbicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum mencoba metode ini.
Atau bisa juga coba gunakan pengobatan alami, seperti jahe, vitamin C, atau suplemen herbal seperti peppermint dapat membantu mengatasi rasa mual.
”Beberapa orang lebih memilih pengobatan alami untuk mengatasi mabuk perjalanan, sementara yang lain mungkin memilih obat,” kata Hume.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
