Staf Kebun Raya Mangrove Ani Shofiatun memperlihatkan buah mangrove di KRM pada Kamis (12/9). (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Sebagai tanaman penjaga pantai, warga pesisir secara turun-temurun telah mendapatkan manfaat mangrove untuk kesehatan. Penelitian ilmiah menunjukkan terdapat berbagai jenis zat kandungan dengan aktivitas yang beragam. Kandungan flavonoid dan fenolik menawarkan kemampuan sebagai penjaga kesehatan sel yang berasal dari alam.
---
BANYAK jenis tanaman mangrove yang menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi. Walau sebenarnya memang bukan termasuk jenis tanaman yang biasa dibudidayakan. Namun, terbukti buah itu bermanfaat bagi kesehatan. Karena habitatnya di dekat pantai, ada jenis buah yang rasanya asin bercampur asam. Buah mangrove bisa diolah sebagai makanan tradisional. Misalnya sebagai makanan kecil yang dicocolkan pada petis udang untuk mengimbangi rasa asin. Bisa juga sebagai salad, yaitu dipotong-potong dan dicampur bersama pasta, cabai, perasan jeruk.
Di pantai Pulau Jawa tumbuh berbagai jenis mangrove, di antaranya Avicennia marina, Avicennia alba, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Bruguiera sexangula, Scyphiphora hydrophyllacea, Ceriops decandra, dan Acrostichum speciosum.
Dalam publikasi ulasan ilmiah (2022), gabungan peneliti Indonesia dan Arab Saudi melakukan studi eksploratif berbagai jenis mangrove, yaitu untuk mengetahui macam zat bioaktif kandungan, aktivitas biologis, dan struktur kimiawinya. Di dalam buah kandungan karbohidrat menjadi yang terbanyak, sedangkan kadar protein dan lemak bervariasi.
Yang banyak mendapat perhatian adalah kandungan senyawa fenolik total yang berkhasiat sebagai antioksidan. Ternyata ada hubungan timbal balik antara besar kecilnya kadar fenol total dan kekuatan aktivitas antioksidan.
Ada juga studi menarik berbagai jenis mangrove yang dijumpai tumbuh di kawasan pantai Sulawesi Selatan. Ternyata buahnya mengandung unsur nutrien kalium, manganum, zink, dan natrium dalam berbagai konsentrasi yang berbeda. Ini mengindikasikan juga potensi mangrove sebagai sumber makanan tinggi nutrisi bagi komunitas pantai yang perlu disosialisasikan. Hasil penelitian ini dapat menjadi bagian dari upaya mendapatkan bahan alam sebagai sumber antioksidan alamiah dan nutrisi.
Kaya Khasiat
Berbagai uji dilakukan untuk mempelajari aktivitas biologis ekstrak buah mangrove. Pemberian ekstrak berbagai jenis buah mangrove bisa menunjukkan aneka khasiat, seperti aktivitas antioksidan, antisklerosis, antimikroba, antidiabetes, dan pelindung fungsi liver.
Aktivitas antibakteri ekstrak terjadi berkat kerja bersinergi zat kandungan, antara lain golongan steroid, fenolik, alkaloid, saponin, dan tanin. Mekanisme kerja tergantung golongan zat, tetapi umumnya mengganggu keutuhan dinding sel bakteri. Alkaloida bekerja pada lapisan dinding sel bakteri, golongan fenol memengaruhi dinding lebih dalam sehingga merusak inti sel. Kedua peristiwa itu dapat berakibat kematian pada bakteri yang sensitif dengan takaran obat yang cukup. Flavonoid menghambat pertumbuhan sel karena efeknya yang mengubah protein sel dan kromosom.
Menarik, ternyata ekstrak buah mangrove juga mempunyai potensi sebagai antivirus. Yaitu, antara lain hasil uji potensi ekstrak buah A officinalis dalam menghambat perbanyakan coronavirus SARS-CoV-2. Ada beberapa zat kandungan yang terdeteksi bisa berikatan dengan protein virus yang berpotensi menghambat perkembangbiakan virus.
Memang, tentu saja hasil studi masih perlu berlanjut. Ekstrak mangrove B gymnorrhiza ternyata dapat menghambat penularan infeksi virus Zika pada percobaan kultur sel, dengan cara hambatan ikatan pada permukaan sel inang yang menyebabkan kematian virus. Ini berkat kerja cryptochlorogenic acid kandungan ekstrak.
Aktivitas antioksidan menarik perhatian banyak peneliti. Tujuan utamanya yang pasti adalah mencari sumber antioksidan alamiah yang sudah diteliti. Selain karena zat bioaktif antosianin, flavonoid dan polifenol, ekstrak mangrove juga mengandung vitamin C.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
