
Ilustrasi tekanan darah rendah.
JawaPos.com - Darah rendah dan kurang darah memiliki gejala awal yang sama yaitu pusing, tubuh lemas, dan kulit pucat. Namun, meski gejalanya hampir sama, sebenarnya darah rendah dan kurang darah adalah kondisi yang berbeda, begitu juga dengan penyebab dan cara menanganinya.
Darah rendah atau hipotensi terjadi karena tekanan darah di dalam arteri rendah atau berada di bawah batas normal. Sedangkan kurang darah atau anemia adalah kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin.
Mau tahu apa saja perbedaan darah rendah dan kurang darah lainnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini! Dilansir dari Halodoc, Jumat (30/8), darah rendah umumnya disebut sebagai hipotensi.
Sedangkan kurang darah disebut sebagai anemia. Selain perbedaan nama, kedua kondisi ini juga bisa dibedakan dari penyebabnya.
1. Penyebab darah rendah
Darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi yang terjadi karena tekanan darah dalam arteri lebih rendah dari angka normal, yakni 90/60 mmHg. Pada saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan di dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai patokan ukuran kekuatan aliran darah atau disebut tekanan darah.
Tekanan darah yang terlalu rendah menyebabkan terhambatnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya, seperti ginjal. Kondisi ini mengakibatkan munculnya gejala seperti kepala terasa ringan, pusing, tubuh terasa goyah, bahkan kehilangan kesadaran.
2. Penyebab kurang darah
Sementara itu, kurang darah atau anemia terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin. Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh berada di bawah kisaran normal.
Kadar normal hemoglobin setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia dan jenis kelamin. Tak hanya kadar hemoglobin rendah, anemia juga bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi, vitamin B12 dan asam folat.
Di samping itu, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko anemia. Contohnya seperti pendarahan, kehamilan, mengalami kegagalan produksi sel darah, serta mengidap penyakit ginjal kronis.
Karena disebabkan oleh faktor yang berbeda, tentunya pengobatan darah rendah dan kurang darah juga berbeda. Berikut ini perbedaannya:
1. Pengobatan darah rendah
Untuk mengetahui seseorang mengalami darah rendah, perlu dilakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter atau sphygmomanometer. Jika kamu dinyatakan mengalami hipotensi, dokter biasanya akan menganjurkan untuk beristirahat yang cukup, menghindari minuman berkafein dan alkohol, serta konsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Tak hanya itu, sejumlah obat-obatan mungkin akan diresepkan untuk menambah jumlah darah, serta mempersempit arteri supaya tekanan darah meningkat.
2. Pengobatan kurang darah

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
