Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 19.32 WIB

Biar Enggak Salah Paham, Simak Perbedaan Darah Rendah dan Kurang Darah

Ilustrasi tekanan darah rendah. - Image

Ilustrasi tekanan darah rendah.

JawaPos.com - Darah rendah dan kurang darah memiliki gejala awal yang sama yaitu pusing, tubuh lemas, dan kulit pucat. Namun, meski gejalanya hampir sama, sebenarnya darah rendah dan kurang darah adalah kondisi yang berbeda, begitu juga dengan penyebab dan cara menanganinya. 

Darah rendah atau hipotensi terjadi karena tekanan darah di dalam arteri rendah atau berada di bawah batas normal. Sedangkan kurang darah atau anemia adalah kondisi yang terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin.

Mau tahu apa saja perbedaan darah rendah dan kurang darah lainnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini! Dilansir dari Halodoc, Jumat (30/8), darah rendah umumnya disebut sebagai hipotensi.

Sedangkan kurang darah disebut sebagai anemia. Selain perbedaan nama, kedua kondisi ini juga bisa dibedakan dari penyebabnya.  

1. Penyebab darah rendah 

Darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi yang terjadi karena tekanan darah dalam arteri lebih rendah dari angka normal, yakni 90/60 mmHg. Pada saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan di dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai patokan ukuran kekuatan aliran darah atau disebut tekanan darah

Tekanan darah yang terlalu rendah menyebabkan terhambatnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya, seperti ginjal. Kondisi ini mengakibatkan munculnya gejala seperti kepala terasa ringan, pusing, tubuh terasa goyah, bahkan kehilangan kesadaran. 

2. Penyebab kurang darah

Sementara itu, kurang darah atau anemia terjadi karena tubuh kekurangan hemoglobin. Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh berada di bawah kisaran normal.  

Kadar normal hemoglobin setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia dan jenis kelamin. Tak hanya kadar hemoglobin rendah, anemia juga bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi, vitamin B12 dan asam folat. 

Di samping itu, ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko anemia. Contohnya seperti pendarahan, kehamilan, mengalami kegagalan produksi sel darah, serta mengidap penyakit ginjal kronis. 

Karena disebabkan oleh faktor yang berbeda, tentunya pengobatan darah rendah dan kurang darah juga berbeda. Berikut ini perbedaannya: 

1. Pengobatan darah rendah

Untuk mengetahui seseorang mengalami darah rendah, perlu dilakukan pengukuran tekanan darah dengan menggunakan tensimeter atau sphygmomanometer. Jika kamu dinyatakan mengalami hipotensi, dokter biasanya akan menganjurkan untuk beristirahat yang cukup, menghindari minuman berkafein dan alkohol, serta konsumsi makanan dalam porsi kecil tapi sering. Tak hanya itu, sejumlah obat-obatan mungkin akan diresepkan untuk menambah jumlah darah, serta mempersempit arteri supaya tekanan darah meningkat. 

2. Pengobatan kurang darah

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore