JawaPos.com - Gaya hidup sehat adalah bagian paling penting dari masalah kesehatan di dunia. Gaya hidup sehat mementingkan upaya pencegahan daripada penanganan terhadap penyakit. Salah satu yang paling menyebabkan kematian adalah penyakit jantung koroner.
Kepala Heart & Vascular Center Bethsaida Hospital Prof. dr. Dasaad Mulijono mengatakan bahwa gaya hidup sehat terbukti dapat mencegah dan mengatasi sumbatan jantung serta komplikasi pemasangan stent.
Ia membeberkan bahwa setidaknya ada enam gaya hidup sehat yang dapat membantu mencegah penyakit jantung koroner.
"Pilar pertama itu nutrisi. Ini sangat penting. Kita menyarankan pasien itu yang basicnya makanan itu sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan dan biji-bijian," ujar dr. Dasaad kepada wartawan, Rabu (31/7).
Gaya hidup sehat kedua yang dapat membantu mencegah penyakit jantung koroner adalah exercise atau olahraga yang teratur.
"Ini sangat penting. Dokter juga kadang males exercise. Itu minimal 150 menit dalam seminggu," terangnya.
Ketiga, dr. Dasaad juga mengingatkan agar mengontrol stres untuk gaya hidup sehat yang dapat membantu mengurangi potensi penyakit jantung koroner.
Keempat adalah memastikan waktu tidur yang cukup.
"Maka itu saya suka katakan nih kita itu perlu tidur karena bisa mencegah banyak penyakit. Jadi jangan kita kerja terus akhirnya jatuh sakit," terangnya.
"Kemudian merokok itu ya jelas jarus distop," sambung dr. Dasaad.
Terakhir, katanya, adalah memastikan hubungan baik dengan lingkungan sekitar dan mempunyai support sistem, termasuk dari dokter.
"Dia butuh dukungan daripada sosialnya, temennya, dan dokternya," ungkap dr. Dasaad.
Untuk menunjang itu, ia mengatakan bahwa penting adanya Lifestyle Medicine di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia. Salah satu yang sudah ada adalah di tempatnya bekerja, yaitu Bethsaida Hospital Gading Serpong, Tangerang.
Lifestyle Medicine itu berbentuk Heart & Vascular Center dan Women’s Health Center.
"Degan adanya center ini kita makin dalam dari komunikasi. Bahkan pasien saya sendiri itu buat grup WhatsApp jumlahnya ada seribu lebih. Jadi kita siap sedia almost 24 jam untuk menjawab pertanyaan pasien," papar dr. Dasaad.
Direktur Bethsaida Hospital, dr. Pitono Yap, mengungkapkan penyempurnaan ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan yang menyeluruh sesuai dengan kebutuhan masing-masing pasien.
"Pentingnya preventif dan rehabilitatif juga mendorong kami untuk melakukan peningkatan pada pelayanan Medical Check Up dan Rehabilitasi Medik di Bethsaida Hospital, sehingga pasien bisa mendapatkan pelayanan yang menyeluruh mulai dari Preventif, Kuratif hingga Rehabilitatif," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Women’s Health Center Bethsaida Hospital dr. Ong Tjandra mengungkapkan, dengan adanya Women’s Health Center, pihaknya yakin dapat menjadi pilar untuk preventif kesehatan.
"Dengan adanya Women’s Health Center ini kami yakin dapat menjadi jawaban bagi para calon ibu yang membutuhkan tempat konsultasi serta perawatan yang aman dan nyaman," ucapnya.
"Dengan adanya teknologi USG 4D HD Live, dan dokter subspesialis fetomaternal, kami dapat mendeteksi kelainan pada janin sejak trimester awal dan memberikan gambaran dengan detail dan penjelasan yang sangat baik bagi calon ibu. Tidak hanya itu, Center kami juga dapat menjadi solusi bagi para wanita yang memiliki keluhan seputar masalah kesehatannya dengan tim dokter spesialis yang andal," pungkas dr. Ong.