Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Juli 2024 | 15.02 WIB

Jangan Diremehkan, Batuk Terus Selama Dua Pekan Bisa Berujung Penyakit Serius

Ilustrasi batuk. (Freepik.com) - Image

Ilustrasi batuk. (Freepik.com)

JawaPos.com - Batuk terkadang dianggap sebagai penyakit sepele. Karena dianggap sudah biasa dan bisa sembuh sendiri. Batuk yang tidak hilang selama dua pekan atau bahkan diikuti gejala tambahan harus diwaspadai. Karena, bisa berujung penyakit yang lebih serius.

Keluhan batuk menjadi alasan 30 juta kunjungan ke klinik setiap tahunnya. Ironisnya dari semua kunjungan itu, sekitar 40 persen dari pasien batuk ternyata dilanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis. Khusus pada kasus batuk akut, perlu dilakukan perawatan untuk meredakan gejalanya.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS EMC Cikarang Patriotika Ismail Sp.PD di antaranya mengomentari seorang komika atau stand-up comedian yang khas dengan batuknya. Dia menjelaskan batuk yang berlangsung lama, biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu. Atau dapat pula disebabkan faktor lingkungan sekitar.

"(Misalnya) paparan polusi, asap rokok, udara dingin, bisa menyebabkan rasa gatal di tenggorokan dan batuk," kata dokter yang akrab disapa Rio itu dalam keterangannya Kamis (25/7).

Apalagi di musim pancaroba seperti sekarang, batuk dapat berasal infeksi virus pada saluran pernapasan. Biasanya dikenal dengan batuk pilek. Pemicunya bisa berasal dari aktivitas di tempat umum. Kemudian ditunjang dengan daya tahan tubuh menurun serta suhu udara yang dingin. "Usaha pencegahan, tentu penting bagi masyarakat menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat," katanya.

Kemudian masyarakat juga perlu menghindari lingkungan yang bisa memicu batuk. Dokter Rio lantas menjelaskan bahwa sebagai opsi pertama, segera redakan batuk dengan mengonsumsi obat batuk OTC (over-the-counter). Secara umum, obat batuk OTC mengandung bahan-bahan yang berfungsi mengencerkan dahak. Kemudian mengurangi batuk dan mengurangi alergi atau flu penyebab batuk. Seperti guaifenesin, dextromethorphan, dan chlorpheniramine.

Sementara itu dr. Elizabeth Angelina, dokter medis dari PT Bintang Toedjoe menjelaskan, swamedikasi memang bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat batuk OTC. Namun tetap harus memperhatikan dosis anjuran.

"Formulasi kandungan obat batuk OTC memang dibuat untuk meredakan batuk berdahak maupun kering," katanya. Skemanya dengan mengencerkan cairan dalam batuk berdahak, melawan virus, serta menahan reflek ketika batuk. Konsumsi obat yang direkomendasi yakni 3 kali sehari. Dengan takaran 1 sampai 2 sachet untuk dosis orang dewasa. Hilmi Setiawan

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore