
Ilustrasi batuk. (Freepik.com)
JawaPos.com - Batuk terkadang dianggap sebagai penyakit sepele. Karena dianggap sudah biasa dan bisa sembuh sendiri. Batuk yang tidak hilang selama dua pekan atau bahkan diikuti gejala tambahan harus diwaspadai. Karena, bisa berujung penyakit yang lebih serius.
Keluhan batuk menjadi alasan 30 juta kunjungan ke klinik setiap tahunnya. Ironisnya dari semua kunjungan itu, sekitar 40 persen dari pasien batuk ternyata dilanjutkan pemeriksaan ke dokter spesialis. Khusus pada kasus batuk akut, perlu dilakukan perawatan untuk meredakan gejalanya.
Dokter spesialis penyakit dalam dari RS EMC Cikarang Patriotika Ismail Sp.PD di antaranya mengomentari seorang komika atau stand-up comedian yang khas dengan batuknya. Dia menjelaskan batuk yang berlangsung lama, biasanya merupakan gejala dari masalah kesehatan tertentu. Atau dapat pula disebabkan faktor lingkungan sekitar.
"(Misalnya) paparan polusi, asap rokok, udara dingin, bisa menyebabkan rasa gatal di tenggorokan dan batuk," kata dokter yang akrab disapa Rio itu dalam keterangannya Kamis (25/7).
Apalagi di musim pancaroba seperti sekarang, batuk dapat berasal infeksi virus pada saluran pernapasan. Biasanya dikenal dengan batuk pilek. Pemicunya bisa berasal dari aktivitas di tempat umum. Kemudian ditunjang dengan daya tahan tubuh menurun serta suhu udara yang dingin. "Usaha pencegahan, tentu penting bagi masyarakat menjaga agar daya tahan tubuh tetap kuat," katanya.
Kemudian masyarakat juga perlu menghindari lingkungan yang bisa memicu batuk. Dokter Rio lantas menjelaskan bahwa sebagai opsi pertama, segera redakan batuk dengan mengonsumsi obat batuk OTC (over-the-counter). Secara umum, obat batuk OTC mengandung bahan-bahan yang berfungsi mengencerkan dahak. Kemudian mengurangi batuk dan mengurangi alergi atau flu penyebab batuk. Seperti guaifenesin, dextromethorphan, dan chlorpheniramine.
Sementara itu dr. Elizabeth Angelina, dokter medis dari PT Bintang Toedjoe menjelaskan, swamedikasi memang bisa dilakukan dengan mengonsumsi obat batuk OTC. Namun tetap harus memperhatikan dosis anjuran.
"Formulasi kandungan obat batuk OTC memang dibuat untuk meredakan batuk berdahak maupun kering," katanya. Skemanya dengan mengencerkan cairan dalam batuk berdahak, melawan virus, serta menahan reflek ketika batuk. Konsumsi obat yang direkomendasi yakni 3 kali sehari. Dengan takaran 1 sampai 2 sachet untuk dosis orang dewasa. Hilmi Setiawan

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
