
Ilustrasi daging qurban. (Freepik)
JawaPos.Com - Hari raya Idul Adha merupakan hari perayaan seluruh umat islam. Hari mengingatkan pada saat nabi Ibrahim AS.
Memberikan anaknya untuk disembelih atas kepatuhan nya terhadap Allah SWT. Namun Allah menggantikannya dengan seekor domba.
Peristiwa itulah yang diperingati seluruh umat muslim di seluruh dunia dengan hari raya Idul Adha.
Perayaan ini ditandai dengan menyembelih hewan kurban seperti sapi, kambing dan domba. Lalu dibagikan kepada masyarakat sekitar.
Pada hari Idul Adha dan setelahnya pun membuat para masyarakat terus mengolah daging untuk dimasak namun banyak orang yang khawatir akan dampak penyakit yang akan muncul akibat konsumsi yang berlebihan seperti gejala kolesterol.
Kolesterol pun menjadi musuh masyarakat sehingga menghindari memakan daging.
Dilansir dalam American Medical Association “ Jumlah kandungan kolesterol yang kamu makan sebenarnya tidak terlalu berdampak, karena sebenarnya tubuh secara alami menghasilkan kolesterol meskipun tidak memakannya.”
Kolesterol terbentuk dari organ hati, jika ada bagian tubuh yang rusak dan tidak seimbang membuat kolesterol masuk ke aliran darah sehingga berpotensi punya penyakit jantung.
Terdapat dua jenis kolesterol:
1. Low-Density Lipoprotein (LDL): Sering disebut “kolesterol jahat” karena dapat menyebabkan penumpukan lemak di dinding pembuluh darah (arteri), yang dapat menyempitkan arteri dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
2. High-Density Lipoprotein (HDL): Sering disebut “kolesterol baik” karena membantu mengangkut kolesterol jahat dari arteri dan kembali ke hati untuk diolah dan dikeluarkan dari tubuh.
Namun bagi sebagian orang yang memiliki kadar kolesterol tinggi juga akan memperparah tubuhnya jika tidak menyeimbangkan dengan makanan sehat.
Dilansir dalam Primaya Hospital anjuran untuk mengkonsumsi daging agar tidak meningkatkan gejala kolesterol:
- Konsumsi dalam jumlah yang cukup untuk orang yang punya penyakit kolesterol sebanyak 56-85 gram atau 3-4 ons. Makan dalam kurun waktu maximal satu hingga tiga kali saja dalam satu pekan.
- Pilih bagian tanpa lemak. Hindari makan daging kurban seperti hati dan usus. Pilih bagian yang lebih rendah lemak seperti bagian paha atau pinggang.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
