Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juni 2024 | 03.05 WIB

Ternyata Seseorang yang Sering Menggerakan Kakinya Memiliki Penyakit? Apakah Anda Termasuk!

Apakah Anda pernah melihat seseorang yang tampak kesulitan untuk duduk diam, seringkali menggerak-gerakkan kaki mereka tanpa henti. (Freepik) - Image

Apakah Anda pernah melihat seseorang yang tampak kesulitan untuk duduk diam, seringkali menggerak-gerakkan kaki mereka tanpa henti. (Freepik)

JawaPos.Com - Apakah Anda pernah melihat seseorang yang tampak kesulitan untuk duduk diam, seringkali menggerak-gerakkan kaki mereka tanpa henti?
 
Terkadang,peristiwa tersebut tidak jarang dilakukan oleh orang-orang sekitar bahkan tanpa disadari kita sendiri bisa saja melakukanya.
 
Biasanya, fenomena seperti ini terjadi disaat berkumpul bersama teman,ataupun lagi sendirian. tentunya permasalahan ini jika di rasakan akan terasa cukup aneh.
 
Menurut sebuah riset dari ilmu Kedokteran kejadian seperti itu mungkin menjadi tanda dari apa yang dikenal sebagai Restless Leg Syndrome (RLS) atau Sindrom Kaki Gelisah.
 
 
Restless Leg Syndrome (RLS) adalah kondisi medis yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang, namun dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan bagi penderitanya.
 
Orang-orang yang mengalami RLS seringkali merasakan sensasi tidak nyaman atau seperti geli-geli di kaki mereka saat diam, terutama saat duduk atau berbaring. 
 
Hal ini mendorong mereka untuk seringkali menggerak-gerakkan kaki dengan tujuan untuk meredakan sensasi tidak nyaman tersebut.
 
Meskipun sensasi ini biasanya bersifat sementara, namun bagi penderita RLS, hal ini dapat menjadi mengganggu dalam kualitas tidur serta aktivitas sehari-hari.
 
Dilansir melalui Kanal Youtube Alodokter Minggu,(16/6).Terdapat beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi seseorang untuk melakukan Restless Leg Syndrome (RLS) Diantaranya:
 
 
1.Faktor keturunan 
 
Faktor keturunan dapat memainkan peran penting dalam penyakit-penyakit tertentu. Ada sejumlah kondisi medis yang diketahui memiliki keterkaitan dengan faktor keturunan. Beberapa contohnya termasuk diabetes, penyakit jantung, kanker dan beberapa penyakit genetik lainya.
 
2. Faktor Dopamin 
 
Faktor Dopamin merupakan  hormon yang dihasilkan oleh otak dan berperan penting dalam mengirimkan sinyal untuk mengontrol gerakan tubuh dan kalau kadar hormon ini tidak seimbang otot juga bisa bergerak dengan sendirinya tanpa terkendali.
 
Selain itu, terdapat faktor-faktor lainya yang bisa meningkatkan resiko Sindrom kaki gelisah yaitu:
 
    
1.Kerusakan saraf di kaki, misalnya akibat diabetes yang gak terkontrol
2. Kekurangan zat besi,misalnya karena gangguan malnutrisi yang berat atau tukak lambung
3.Perubahan hormon kehamilan
4.Kosumsi minuman berkafein & beralkohol secara berlebihan
 
Itulah beberapa ciri dari Restless Leg Syndrome (RLS) ataupun Sindrom Kaki Gelisah. Namun, apabila sudah merasakan gejala yang mengarah pada RLS, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan perawatan yang sesuai. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore