Ilustrasi penderita lupus. (Sumber: freepik).
JawaPos.com - Ketika mendengar kata 'lupus', apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran Anda?
Di masyarakat, banyak rumor yang beredar mengenai lupus, termasuk mitos bahwa itu adalah penyakit kutukan dan menular, yang menyebabkan stigma terhadap penderita.
Namun, tidak semua informasi tersebut benar. Sebelumnya, mari kita pahami gejala penyakit lupus terlebih dahulu.
Dikutip dari halodoc.com, Senin (1/4), lupus adalah kondisi inflamasi kronis yang disebabkan oleh disfungsi sistem kekebalan tubuh.
Pada kondisi normal, sistem kekebalan seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, tetapi pada lupus, sistem kekebalan malah menyerang jaringan dan organ tubuh sendiri.
Inflamasi yang dihasilkan dapat menyerang berbagai bagian tubuh, termasuk sel darah dan paru-paru. Lupus sering disebut sebagai "penyakit seribu wajah" karena kemampuannya meniru gejala penyakit lain.
Kesulitan dalam diagnosis sering menyebabkan penanganan yang tidak tepat. Lupus memiliki berbagai jenis, salah satunya SLE (lupus eritematosus sistemik).
Sekitar sepertiga dari penderita SLE juga menderita kondisi autoimun lainnya seperti penyakit tiroid atau sindrom Sjogren, yang dapat menyebabkan komplikasi, termasuk masalah kehamilan. Pengobatan lupus juga dapat meningkatkan risiko infeksi serius bagi penderitanya.
Apa Penyebab Penyakit Lupus?
Sebagai gangguan autoimun, lupus terjadi saat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat dalam tubuh. Meskipun penyebab lupus belum sepenuhnya dipahami oleh para ahli, beberapa faktor yang diduga dapat memicunya meliputi:
Paparan sinar matahari
Terpapar sinar matahari dapat mengakibatkan lesi kulit lupus atau memicu reaksi internal pada individu yang rentan.
Infeksi

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
