Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Maret 2024 | 15.05 WIB

Keguguran dapat Berdampak pada Kesehatan Mental? Simak Dampak Buruk yang Harus Ditangani

Keguguran pada perempuan dapat menyebabkan depresi./ YouTube/CURHAT Bang Denny Sumargo - Image

Keguguran pada perempuan dapat menyebabkan depresi./ YouTube/CURHAT Bang Denny Sumargo

JawaPos.com - Seringkali keguguran pada perempuan dapat berdampak pada gangguan mental. Maka dari itu, dampak buruk, baik fisik hingga mental perlu segera ditangani.

Keguguran pada wanita akan menimbulkan perasaan kehilangan sampai rasa bersalah. Sehingga, kondisi mental menjadi tidak stabil.

Seperti yang dialami oleh istri Denny Sumargo bernama Olivia Allan. Dalam tayangan podcast YouTube suaminya (CURHAT Bang Denny Sumargo), perempuan yang akrab disapa Oliv sempat shocked saat keguguran pada kehamilan pertamanya.

"Pas 7 minggu masih ada detak jantungnya. Tapi, minggu ke-9 detak jantung janin udah nggak ada," tutur Oliv.

Seketika itu, Olivia Allan dan Denny Sumargo bingung harus melakukan apa. Hingga ada part, Olivia Allan harus tetap tersenyum saat ada orang yang ingin foto bersama dirinya. Padahal, ia belum sempat menangis atau meluapkan rasa sedihnya.

Sebagai informasi, istri Denny Sumargo ternyata sempat mengalami keguguran sebanyak tiga kali. Namun, kini ia berhasil melewati perjalanan pahit tersebut dan dinyatakan hamil.

Belajar dari perjalanan perempuan yang akrab disapa ci Oliv saat mengalami keguguran berkali-kali, para perempuan di luar sana harus bisa kuat menjalani kehilangan anak.

Pada intinya, semua perasaan negatif perlu segera diatasi agar tidak berlarut-larut. Sebab, ada beberapa gangguan mental yang mengancam jika tindakan tidak segera dilakukan.

Dikutip dari laman halodoc.com, ada 5 dampak buruk pada mental yang terjadi akibat keguguran.

1. Citra Diri yang Buruk
Efek keguguran, perempuan sering merasa tidak mampu menjadi seorang wanita yang utuh, akibat tidak dapat melahirkan bayi yang utuh.

Keguguran pada kehamilan pertama dapat meningkatkan kecemasan yang cukup besar terkait kesuburan di masa depan. Meski pada kenyataannya, wanita yang pernah mengalami keguguran tetap bisa mendapatkan kehamilan lagi.

2. Perasaan Bersalah
Perempuan yang mengalami keguguran dapat merasa bersalah, sebab menggambarkan ketidakmampuan dirinya dalam menjaga janin yang dikandungnya.

Beberapa wanita juga merasa jika kegagalan melahirkan ini sebagai hukuman. Seseorang dalam kondisi ini terus mencari jawaban atas kejadian ini, meski seringkali pihaknya tidak menemukan jawaban yang diinginkan.

3. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)
PTSD termasuk dampak buruk yang terjadi akibat keguguran. Bagi perempuan yang pernah melewati keguguran sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi alami masalah ini.

Mengetahui penyebab keguguran bisa saja tidak mengurangi risiko alami kondisi stres akibat trauma.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore