Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Maret 2024 | 05.53 WIB

Bahaya di Balik Minum Kopi Secara Berlebih untuk Tubuh, Penjelasan oleh dr. Clarin Hayes

Ilustrasi kopi hitam tanpa gula. (Pexels/Arshad Sutar) - Image

Ilustrasi kopi hitam tanpa gula. (Pexels/Arshad Sutar)

JawaPos.com – Tubuh mempunyai jam biologis atau sirklus sirkadian dimana dipengaruhi oleh siang dan malam serta mempengaruhi sekresi hormon-hormon tubuh termasuk kortisol.

Kortisol memiliki beberapa fungsi salah satunya meningkatkan kewaspadaan dan alertness agar lebih fokus.

Diproduksi pada pagi hari kurang lebih 30-45 menit setelah bangun tidur itu mencapai puncaknya dan seiring berjalannya hari akan menurun. Siklus ini penting untuk menjaga optimal tubuh.

Kafein dapat meningkatkan sekresi kortisol, sehingga jika minum kopi di pagi hari waktu kortisol lagi tinggi ini harus hati-hati karena bisa menyebabkan cemas, anxiety, tremor, headache, dan pusing.

Terutama pada mereka yang sensitif terhadap kafein. Disarankan minum kopi di akhir pagi hari ketika kortisol sudah mulai menurun sehingga tubuh mendapat energi booster dari efek stimulasi kafein, akhirnya kewaspadaan, fokus, alertness tetap tinggi di waktu yang tepat.

Namun juga jangan minum kopi terlalu malam karena kafein dimetabolisme selama 3-5 jam dalam darah akhirnya susah tidur.

Dikutip dari kanal YouTube @Clarin_Hayes (14/8), menjelaskan tentang bahaya minum kopi dalam jumlah besar.

Kopi dan kesuburan wanita juga kehamilan

Sebenarnya belum ada penelitian yang membuktikan bahwa konsumsi kafein berpengaruh terhadap kesuburan atau kehamilan seseorang.

Studi menunjukan ibu hamil bisa mengonsumsi kafein dibawah 200 mg per hari.

Namun ada artikel juga mengatakan bahwa ibu hamil tidak diperbolehkan minum kafein karena menyebabkan keguguran, pertumbuhan janin terhambat, bayi lahir rendah bahkan meningkatkan overweight, obesitas dan kognitif. Jika ingin minum kopi sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Kafein dan tulang

Kafein bisa menghambat absorpsi atau penyerapan kalsium dalam tulang dan pencernaan. Misal mengonsumsi 100 mg kafein makan kehilangan kalsium sekitar 6 mg.

Angka tersebut terbilang kecil tapi jika asupan kalsium kurang dan kafein meningkat di setiap harinya ditakutkan akan mengurangi kepadatan tulang.

Kafein bersifat diuretic

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore