Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Februari 2024 | 13.46 WIB

6 Manfaat Kesehatan Suplemen Ginkgo Biloba, Menurut Para Ahli, dari Menguatkan Memori hingga Atasi Anxiety

Ilustrasi suplemen Ginkgo Biloba yang bermanfaat untuk berbagai masalah kesehatan./ (Freepik) - Image

Ilustrasi suplemen Ginkgo Biloba yang bermanfaat untuk berbagai masalah kesehatan./ (Freepik)

JawaPos.com – Ginkgo biloba, sebuah tanaman yang telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk berbagai manfaat kesehatan, adalah salah satu suplemen paling populer di dunia.

Banyak orang menggunakan Ginkgo biloba untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, seperti migrain, kecemasan dan glaukoma.

Ginkgo biloba adalah salah satu spesies pohon tertua yang masih hidup. Selain digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok, Ginkgo biloba juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah.

Berikut ini adalah enam manfaat kesehatan suplemen ginkgo biloba yang didukung oleh para ahli yang dilansir dari laman Forbes Health, Minggu (25/2):

1. Meningkatkan Kesehatan Kognitif

Suplemen Ginkgo biloba atau ekstraknya dipercaya dapat meningkatkan kesehatan kognitif, yang dapat menurunkan risiko penyakit Alzheimer dan demensia, menurut sebuah studi tahun 2019 di Neurotherapeutics.

Namun, studi tersebut juga menyarankan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efikasi suplemen tersebut.

Selain itu, suplemen ginkgo biloba juga terkenal akan kemampuannya untuk meningkatkan kinerja otak dalam mempertajam kemampuan berpikir dan menguatkan memori.

2. Meredakan Sakit Kepala dan Migrain

“Ginkgo biloba secara tradisional digunakan untuk mengobati sakit kepala dan migrain, terutama yang disebabkan oleh stres,” kata Dr Laura Purdy, M.D., seorang dokter dari Miami Beach, Florida dan kepala medis digital dari OpenLoop, sebuah perusahaan kesehatan digital.

Sebuah tinjauan tahun 2020 di jurnal Antioxidants menyarankan bahwa ekstrak daun Ginkgo biloba mungkin dapat membantu meredakan gejala migrain, termasuk frekuensi dan keparahan, karena kemampuannya untuk mengurangi stres oksidatif di tubuh.

Stres oksidatif terjadi ketika adanya ketidakseimbangan antara radikal bebas (elektron penyebab peradangan) dan antioksidan di tubuh Anda.

Studi-studi telah menyarankan bahwa adanya stres oksidatif yang berkurang mungkin dapat membantu mengurangi gejala migrain.

3. Mengatasi Anxiety atau Gangguan Kecemasan, Stres, dan Kelelahan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore