Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Februari 2024 | 23.05 WIB

Apakah Suplemen Vitamin Benar-Benar Bagus Untuk Ingatan dan Otak? Begini Faktanya

Ilustrasi suplemen vitamin/Freepik

JawaPos.com - Beberapa vitamin dan asam lemak tertentu diyakini dapat memperlambat atau mencegah lupa ingatan. Daftar yang panjang dari solusi potensial dari berbagai studi mencakup vitamin seperti vitamin B12, suplemen herbal seperti ginkgo biloba, dan asam lemak omega-3. Namun, apakah suplemen benar-benar dapat meningkatkan kemampuan ingatan?

Dilansir dari Healthline, bukti untuk efek meningkatkan ingatan dari suplemen ini sebagian besar belum terlalu kuat. Artikel ini akan membahas apa yang dikemukakan oleh penelitian klinis terbaru tentang hubungan antara vitamin dan kehilangan ingatan.

Vitamin B12

Ilmuwan telah lama melakukan penelitian tentang hubungan antara kadar B12 (kobalamin) rendah dan kehilangan ingatan. Namun, jika Anda mendapatkan jumlah B12 yang memadai, tidak ada bukti bahwa asupan lebih tinggi memiliki efek positif.

Kekurangan B12 paling sering terjadi pada individu dengan masalah usus atau lambung, atau mereka yang menjalani pola makan vegetarian yang sangat ketat.

Risiko kekurangan B12 juga meningkat seiring bertambahnya usia, karena prevalensi asam lambung rendah cenderung lebih tinggi pada orang dewasa yang lebih tua.

Obat diabetes metformin juga telah terbukti menurunkan kadar B12. Obat lain seperti inhibitor pompa proton, obat antiinflamasi seperti prednison, dan pil KB juga dapat menurunkan kadar B12.

Anda seharusnya dapat memperoleh B12 yang cukup secara alami melalui makanan seperti ikan dan unggas. Produk sereal sarapan yang diperkaya juga merupakan pilihan bagus bagi vegetarian.

Namun, individu dengan kondisi medis tertentu, penggunaan obat-obatan tertentu, atau masalah rendahnya asam lambung mungkin tidak dapat menyerap B12 dari makanan dengan baik dan mungkin memerlukan suplemen untuk menjaga kadar yang memadai.

Vitamin E

Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa vitamin E dapat memberikan manfaat bagi kesehatan pikiran dan ingatan, terutama pada individu lanjut usia.

Sebuah studi tahun 2014 yang diterbitkan dalam jurnal JAMA menemukan bahwa asupan tinggi vitamin E dapat membantu individu dengan Alzheimer ringan hingga sedang.

Peserta dalam studi ini mengonsumsi dosis 2.000 unit internasional (IU) per hari. Namun, jumlah ini mungkin tidak aman bagi beberapa orang, menurut Dr. Gad Marshall dari Harvard Medical School.

Mengkonsumsi lebih dari 400 IU per hari terutama berisiko bagi individu dengan penyakit kardiovaskular, terutama mereka yang menggunakan obat pengencer darah. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa suplemen vitamin E dapat meningkatkan risiko kanker prostat.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore