
BERI JEDA: Misalnya ketika sesi bermain atau belajar, lalu anak rewel dan menangis, bisa jadi itu ekspresi lelah atau kewalahan. Stop dulu, tenangkan si kecil. Foto hanya sebagai ilustrasi. (FOTO ILUSTRASI DIPERAGAKAN FELISHA MIKHAYLOVA WIJAYA -- FRIZAL/J
Stimulasi menjadi bagian dari pengasuhan yang perlu diberikan sejak anak lahir sebagai proses belajarnya. Kurang stimulasi berisiko membuat tumbuh kembang anak terlambat. Namun, overstimulasi juga berdampak buruk.
---
ANAK dikatakan overstimulasi apabila dibanjiri sensasi, pengalaman, dan aktivitas di luar kebutuhannya. Kebutuhan stimulasi di setiap tahapan usia tidak sama. Jangan sampai anak mendapat stimulasi di luar kapasitas dia untuk mengatasinya.
”Misalnya, overstimulasi kebisingan. Anak diajak ke acara nikahan yang ramai sekali atau nonton konser musik, padahal belum cukup umur. Volume TV terlalu kencang itu juga termasuk,” tutur Irma Gustiana A. SPsi MPsi Psikolog.
Pada beberapa anak yang overstimulasi, timbul dampak buruk pada fisiknya seperti napas tersengal-sengal atau sesak. ”Lalu, mukanya tegang, badannya kaku. Sebab, situasi itu membuat dia kewalahan,” lanjut psikolog anak, remaja, dan keluarga itu.
Jika terus-menerus overstimulasi, dampaknya bisa panjang dan mengganggu perkembangan jiwanya. Saat beranjak dewasa, anak akan selalu merasa tidak aman. Perasaannya didominasi kecemasan dan kegelisahan. ”Itu bisa terjadi jika ortunya tidak sadar. Misal, masih umur 2 tahun sudah saklek diajari baca dan tulis. Padahal, itu kebutuhan anak umur 3 tahun ke atas atau balita. Anak merasa hectic, secara mental capek,” jelas Irma.
Karena itu, ortu harus bisa mengenali tanda-tanda yang anak berikan. Misalnya, anak jadi gampang rewel dan menangis. Itu bentuk ketidaknyamanannya. ”Coba dipeluk, kemudian menjauh dari pemicu overstimulasinya. Kalau penyebabnya kegiatan yang banyak, berarti ortu harus stop,” ujar founder klinik @ruangtumbuh.id itu.
Pada saat memberikan stimulasi, lanjut Irma, ortu perlu memetakan kegiatan anak sesuai kapasitasnya. Ortu juga harus tahu kapan anak capek, jenuh, atau merasa tidak nyaman.
”Tak jarang ketika anaknya sudah capek, tapi ortunya masih terus mengajak bermain edukasi,” ungkap Irma. Justru, berikan situasi yang menenangkan supaya nanti bisa kembali diberi stimulasi.
PANDUAN STIMULASI BUAH HATI
Umur 3–6 Bulan
• Bermain cilukba dan melihat wajah di cermin
• Belajar tengkurap, telentang, dan bolak-balik
Umur 6–9 Bulan
• Belajar duduk dan berpegangan
• Panggil namanya, ajak tepuk tangan
• Bacakan dongeng
Umur 9–12 Bulan
• Lakukan stimulasi seperti usia sebelumnya
• Belajar berdiri, berjalan, berpegangan
• Mengulang kata mama, papa, kakak
• Mulai minum dari gelas
• Menggelindingkan bola dan memasukkan ke dalam wadah
Umur 12–18 Bulan
• Lakukan stimulasi seperti usia sebelumnya
• Berjalan tanpa pegangan
• Mencoret-coret
• Menyusun kubus atau puzzle
• Memasukkan dan mengeluarkan benda dari wadah
• Jalan mundur, naik tangga, menendang bola
Umur 18–24 Bulan
• Lakukan stimulasi seperti usia sebelumnya
• Tanya dan sebutkan gambar atau benda yang ditunjuk
• Tanya, sebut, dan tunjuk bagian tubuh
• Ajak bicara tentang aktivitas sehari-hari seperti makan, main, mandi
Umur 2–3 Tahun
• Lakukan stimulasi seperti usia sebelumnya
• Belajar menyebutkan warna, mengenal kata sifat (dingin, panas, banyak, sedikit)
• Sebutkan nama orang terdekat
• Belajar sikat gigi dan buang air di toilet
Umur > 3 Tahun
• Lakukan stimulasi seperti usia sebelumnya
• Belajar memegang pensil dengan baik
• Mengenal huruf dan angka
• Berhitung sederhana
• Berbagi dengan orang lain
• Membacakan buku cerita
• Bermain boneka jari

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
