
Photo
JawaPos.com - Sebanyak 31 provinsi di Indonesia sudah melaporkan kasus wabah campak. Penyakit yang didominasi oleh anak-anak ini ditandai dengan gejala awal demam tinggi dan ruam-ruam. Karena itu sekilas orang tua mungkin mengira anak mereka terkena ruam karena Demam Berdarah Dengue (DBD) atau chikungunya. Padahal ruam pada campak memiliki ciri khas tersendiri.
Ketua UKK Infeksi dan Penyakit Tropis Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Anggraini Alam, SpA (K) mengatakan seorang pasien campak mengalami 3 fase utama. Gejala campak umumnya paling khas.
"Maka ruam demam itu paling khas. Kalau bicara ruam demam, prototipe yang paling diingat masyarakat adalah penyakit campak," tegas dr. Anggi, sapaannya, dalam keterangan virtual, Kamis (19/1).
Fase pertama, ditandai dengan demam dengan suhu badan biasanya >380C selama 3 hari atau lebih dan akan berakhir setelah 4-7 hari. Demam tinggi terjadi setelah 10-12 hari setelah tertular. Terdapat pula batuk, pilek, mata merah atau mata berair (3C: cough, coryza, conjunctivitis).
Fase kedua, ditandai dengan tanda khas (patognomonis) ditemukan Koplik's spot. Kondisi itu disebut bercak putih keabuan dengan dasar merah di pipi bagian dalam.
Fase ketiga, ditandai gejala pada tubuh berbentuk ruam makulopapular. Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama 3 hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5 sampai 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman.
"Jadi kalau ada demam dan ruam, nomor 1 yang paling dicurigai adalah campak," tegasnya.
Apa beda ruam campak dengan DBD dan Chikungunya?
Menurut dr. Anggi, ruam pada chikungunya dan DBD, apabila ada ruam pada tubuh pasien saat demam, umumnya sama-sama ditandai warna merah menonjol atau makula-makula. Akan tetapi ruamnya cepat menghilangm.
"Ruam pada DBD dan chikungunya pada hari itu juga langsung hilang, langsung bersih lagi. Beda dengan campak. Campak khas betul, awalnya muncul, bersatu, lama menetap, menggelap, lalu hilang," ungkapnya.
Dan ciri khas ruam lainnya, pada campak biasanya ruam ditandai dengan berbaris teratur pada tubuh dan diawali dari sela antara kulit dan rambut di belakang telinga. Sedangkan pada DBD dan chikungunya, umumnya muncul di batang tubuh lalu menyebar.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
