
DETEKSI PNEUMONIA: Ortu perlu waspada jika anak balita batuk berkepanjangan disertai demam dan kesulitan bernapas.
JawaPos.com - Dokter spesialis anak konsultan respirologi, dr. Rina Triasih menjelaskan bahwa dalam penanganan gejala batuk pilek biasa atau selesma pada anak-anak.
Ternyata untuk mengobati batuk pilek pada anak tidak diberikan obat secara langsung, melainkan bisa cukup dengan mengoleskan krim oles atau balsam di dada anak, dikutip dari ANTARA (22/2)
Rina menyatakan bahwa tergantung pada usia anak, misalnya, untuk bayi di bawah satu tahun yang mengalami selesma, tidak perlu memberikan obat yang diminum, namun hanya perlu mengoleskan balsem di dadanya dan di punggungnya.
"Tergantung pada anaknya usia berapa. Kalau ini anak bayi, di bawah satu tahun ada selesma, itu tidak perlu diberikan obat yang diminum kita bisa memberikan balsem aja di dadanya dan di punggungnya," kata Rina dalam diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Selasa (20/2).
Lebih lanjut, sebagai Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Rina menambahkan bahwa pada bayi juga bisa digunakan obat semprotan hidung untuk membantu mengencerkan lendir atau ingus yang menghalangi hidung, sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan.
Sementara untuk anak-anak yang usianya di atas satu tahun, disarankan untuk memberikan campuran kecap dan jeruk nipis sebanyak 3 sampai 4 kali dalam sehari jika gejala batuk pilek yang dialami tidak terlalu mengganggu.
"Jeruk nipis sama kecap itu satu sendok teh saja yang 5 mililiter, kemudian dikasih jeruk nipisnya separuh diperas. Bisa diberikan 3 sampai 4 kali sehari," kata Rina.
Selain itu, anak-anak juga bisa diberikan madu atau air hangat untuk membantu mengencerkan dahak yang terdapat di saluran pernafasan agar lebih mudah dikeluarkan saat batuk.
Rina juga menekankan bahwa batuk pada dasarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh yang normal, yang membantu melindungi saluran napas bawah dari gangguan.
"Jadi bukan menekan batuknya karena batuk itu kita perlukan untuk mengeluarkan dahak yang lebih, jadi pada selesma itu biasanya terjadi produksi dahak yang berlebih tadinya di hidung kemudian lama-lama bisa turun ke saluran nafas," ujarnya.
"Jadi batuk itu untuk melemparkan segala sesuatu yang seharusnya tidak ada di saluran napas kita. Nah itu adalah batuk yang kawan, dan batuk yang seperti itu jangan dilawan," Rina Menambahkan.
Dia mengungkapkan bahwa berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara penanganan batuk pilek pada anak yang diobati dan yang tidak diobati.
Oleh karena itu, Rina menyarankan untuk tidak terlalu cepat memberikan obat kepada anak saat mengalami batuk pilek.
"Sehingga, sebaiknya kita agak jangan sedikit-sedikit diobati kalau ada anak batuk," ucap Rina.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
