Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Februari 2024 | 00.33 WIB

Teh Hitam vs Kopi Hitam Mana yang Lebih Menyehatkan? Simak Penjelasannya

Biasanya masyarakat sering mengosumsi kopi atau teh saat pagi dan sore hari. (shutterstock) - Image

Biasanya masyarakat sering mengosumsi kopi atau teh saat pagi dan sore hari. (shutterstock)

JawaPos.com- Minum secangkir kopi atau teh agaknya sudah menjadi kebiasaan banyak orang.

Ada yang merasa minum teh lebih menyehatkan, sementara yang lain menganggap minum kopi membuat tubuh lebih berenergi.

Pada dasarnya, kedua minuman favorit ini sama-sama menyehatkan dengan cara yang berbeda.

Teh dan kopi adalah dua jenis minuman yang sudah menjadi teman di banyak suasana.

Dengan kandungan yang dimiliki, beberapa orang lebih menyukai teh hitam atau kopi hitam dibanding varian lainnya.

 
Teh pertama kali ditemukan oleh Kaisar Cina pada 2737 SM saat tidak sengaja daun jatuh ke dalam air yang sedang ia didihkan. Saat mencicipinya, mereka terkejut dengan rasa dan manfaat setelah mengkonsumsinya.
 
Sementara itu, kopi diyakini berasal di dataran tinggi Ethiopia dimana sejarah mengatakan bahwa seorang penggembala kambing bernama Kaldi melihat kambingnya menjadi hiperaktif setelah makan buat dari suatu pohon yang kemudian dikenal sebagai bibit kopi, dikutip darii hellosehat.com
 
Baca Juga: 7 Mitos Tentang Kopi Hitam Dibantah, Syaratnya hanya Sedang
 
Untuk sebagian orang, minum kopi atau teh sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
 
Bahkan, kopi dan teh kini bukan hanya sebagai minuman saja, melainkan sebagai variasi makanan atau camilan yang mengandung teh atau kopi pun sekarang beragam. Salah satu zat yang terkandung dalam kopi dan teh adalah kafein.
 
Teh ataupun kopi disebut-sebut sebagai minuman yang dapat memberikan kebahagiaan dan ketenangan sebagai efek dari kandungan kafeinnya.
 
Namun,kafein ternyata juga dapat memberikan efek yang kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. 

Asupan harian kafein yang aman yakni 400 mg per hari atau 4 cangkir per hari. Kandungan kafein dalam kopi atau teh dapat bervariasi tergantung jenis biji kopi/jenis teh, metode penyeduhan, dan penyajiannya.
 
Setiap sajian masing-masing minuman tersebut biasanya masih mengandung kafein di bawah 400 mg.
 
Setiap 240 ml kopi (satu cangkir) rata-rata mengandung 95 mg kafein. Sementara itu, dalam volume yang sama, teh hitam mengandung 47 mg kafein.
 
 
Begitu pula dengan kandungan kafein dalam teh hijau yang bisa berkisar 20–45 mg untuk sajian yang sama. Ujar Dinar dari website rs.ui.ac.id

Lebih lanjut, Dinar menjelaskan bahwa dari segi kadar kafeinnya, kopi yang sudah diseduh cenderung lebih tinggi dibandingkan seduhan teh hitam maupun teh hijau. Walau kopi atau teh memiliki kadar kafein yang berbeda, dua minuman populer ini sama-sama tinggi dengan zat antioksidan.
 
Antioksidan dapat menangkal efek radikal bebas yang berisiko merusak sel dan memicu penyakit kronis. Kopi dan teh sama-sama mengandung zat-zat antioksidan golongan polifenol.
 
Teh hitam memiliki polifenol seperti teaflavin, tearubigin, dan katekin. Sementara itu, kopi kaya dengan asam klorogenat dan flavonoid. Karena keduanya kaya dengan zat antioksidan, kopi atau teh sama menjadi minuman yang menyehatkan asal dikonsumsi dengan sewajarnya. 
 
Perbedaan yang signifikan, yaitu perbedaan jumlah kafein yang terkandung pada kedua minuman tersebut.
 
Kopi memiliki dua kali lipat jumlah kafein (1/4 liter mengandung 80-90 miligram) bila dibandingkan dengan teh (40-45 miligram dalam jumlah yang sama). 
 
Kopi hitam dan manfaatnya
 
Kopi hitam terbuat dari hasil ektraksi langsung biji yang disajikan tanpa tambahan komponen lain seperti perisa. Di Indonesia sendiri, ada banyak varian kopi yang menjadi primadona baik robusta maupun arabica.
 
Banyak orang memilih mengkonsumsi kopi hitam karena keaslian dan kemurniannya. Meski memiliki rasa dasar pahit, ada sejumlah manfaat yang bisa didapatkan untuk kesehatan, diantaranya:
 
- Pencegahan kanker
kopi hitam bisa membantu mencegah pertumbuhan sel abnormal di dalam tubuh, terutama di bagian mulut, prostat, hati, dan usus besar. Hal tersebut tak lepas dari tingginya kadar antioksidan yang dimiliki.
 
- Menurunkan risiko diabetes 
Menurut sebuah studi, kopi bisa mencegah terjadinya resistensi insulin yang dapat mengakibatkan lonjakan kadar gula dalam darah. Satu cangkir kopi hitam setiap hari dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes hingga tujuh persen.
 
- Mencegah gangguan saraf di otak
Mengutip dari Healthline, minum kopi secara rutin dipercaya dapat menurunkan risiko berbagai gangguan saraf di otak yang dapat memicu penyakit seperti alzheimer dan parkinson.
- Mencegah kerusakan hati
 
WebMD menjelaskan, kafein pada kopi bisa mengoptimalkan kinerja zat kimia bernama paraksantin dalam memperlambat tumbuhnya jaringan parut di organ hati.
 
- Meredakan stres
Kafein pada kopi dapat menghambat adenosin, reseptor di otak yang mengontrol efek negatif dari stres kronis. Stres berkepanjangan dapat menyebabkan depresi, salah satu gangguan mental yang telah memengaruhi 260 juta orang di seluruh dunia.
 
- Membantu turunkan berat badan
Dalam jangka pendek, kafein pada kopi dapat meningkatkan laju metabolisme (metabolism rate) yang mendukung proses pembakaran kalori. Kalori yang tak terbakar optimal bisa memicu penumpukan hingga terjadinya obesitas.
 

Teh hitam dan manfaatnya
Minuman kedua yang paling banyak dikonsumsi setelah air putih. Semua teh berasal dari tanaman Camellia sinensis. Namun, cara panen dan pengolahan tanamannya bisa menghasilkan jenis teh yang berbeda, termasuk teh hitam. Teh hitam dibuat dari daun tanaman C.
 
sinensis yang telah layu setelah dipanen. Proses oksidasi menjadikan daun tetap terpapar udara dalam waktu yang lama. Hal tersebut membuat enzim memecah sejumlah bahan kimia pada daun, lalu menghasilkan warna cokelat dan aroma yang khas.
 
Sama seperti black coffee, teh hitam juga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh dan kesehatan, di antaranya adalah:
 
- Melindungi tubuh dari radikal bebas 
Proses oksidasi pada daun teh membuat kadar antioksidannya menjadi lebih tinggi, berkhasiat melindungi tubuh dari ancaman zat asing berbahaya seperti radikal bebas.
- Jaga kesehatan jantung
Senyawa aktif dalam teh hitam bisa mencegah pembentukan plak di pembuluh darah. Plak pada pembuluh darah bisa menyebabkan hipertensi yang dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan organ jantung.
- Mengoptimalkan saluran pencernaan
Teh hitam mengandung senyawa aktif bernama tanin, bisa membantu mengurangi peradangan dan iritasi pada organ pencernaan.
- Mencegah osteoporosis
Menurut studi in vitro pada 2018, senyawa polifenol pada teh hitam dapat membantu menjaga kepadatan tulang dan meminimalkan risiko terjadinya pengeroposan.
- Mendukung proses metabolisme
Hampir seluruh jenis teh memiliki kandungan flavonoid yang dapat meningkatkan metabolisme dan memecah lemak lebih cepat.

Dapat disimpulkan bahwa baik teh hitam maupun kopi hitam  memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan dapat menyimpulkan bahwa yang satu tidak  lebih baik dari yang lain. Artinya, bisa meminum teh hitam dan kopi hitam sekaligus dan tetap mendapatkan efek positif.
 
Namun, ada beberapa hal yang perlu berwaspada. Misalnya, terlalu sering menambahkan gula ke dalam kopi atau teh dapat menimbulkan efek lain, seperti meningkatkan risiko diabetes.***
 
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore